Terkini.id, Jakarta – Kasus penusukan Menko Polhukam Wiranto berkaitan dengan agenda pelantikan Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober 2019, mendatang.
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan. Ia mengklaim telah mengendus rencana kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) jelang pelantikan Jokowi-Ma’ruf.
“Kami sudah mendeteksi menjelang pelantikan memang ada rencana-rencana seperti itu dari JAD, sehingga harus kita tingkatkan kewaspadaan kita,” kata BG di RSPAD, Jakarta, seperti dilansir dari CNN Indonesia, Kamis, 10 Oktober 2019.
Lanjut BG mengatakan, meski BIN telah mendeteksi hal tersebut namun pihaknya kesulitan melacak kepastian rencana aksi.
“Sebab JAD bergerak dalam bentuk sel-sel kecil,” ujarnya.
- Wiranto Pastikan Belum Terikat Dengan Salah Satu Parpol Peserta Pemilu 2024
- Tuntutan Mahasiswa Terjawab, Wiranto: Pemerintah, Pasti Akan Mendengarkan!
- Kena Prank, Mahasiswa yang Temui Wantimpres Wiranto Bahas Presiden Jokowi 3 Periode Ternyata bukan BEM Nusantara
- Waduh Mana yang Benar? BEM Nusantara Bertemu Wiranto Tapi Akun Instagramnya Membantah: Bukan Kami
- Wiranto Sarankan Mahasiswa Untuk Bicara di Ruangan Adem Ketimbang Demonstrasi, Warganet: Ide Bagus, Biar Diberi Amplop Tutup Mulut
Kendati demikian, BG mengatakan bahwa aparat keamanan sudah membaca pergerakan penusuk Wiranto dan jaringannya.
Selain terkait dengan pelantikan Jokowi-Ma’ruf Amin, BG juga mengungkapkan bahwa kejadian tersebut erat kaitannya dengan aksi terorisme yang terjadi di bekasi pada beberapa waktu lalu.
“Ada kaitan penusukan Wiranto dengan sel teroris di Bekasi beberapa waktu lalu,” ujar BG.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
