BPP Tana Toraja Telah Bertransformasi Kosrtratani, Direktur Polbangtan Gowa Berharap Lebih Optimal Mendampingi Petani

Pelatihan IT BPP Kostratani Tana Toraja

Titik masuk gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian di kecamatan (Kostratani) adalah Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Komando Strategis Pembangunan Pertanian memang menitikberatkan pada pusat kegiatan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan yang kegiatannya berada di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang ada di kecamatan

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menggagas Kostratani berbasis BPP di kecamatan untuk mengatasi kendala dan tantangan peningkatan kapasitas dan kompetensi penyuluh pertanian agar peran dan fungsinya semakin optimal dalam mendukung kinerja pertanian.

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa seluruh gerakan pembangunan pertanian akan berpusat di BPP kecamatan, semua program pertanian berupa teknis baik dari pemerintah provinsi serta kabupaten akan ada di BPP.

Berdasarkan gagasan Mentan tersebut, Polbangtan Gowa selaku UPT yang berada dibawah kementerian pertanian melakukan pendampingan pada beberapa BPP yang ada di Sulawesi Selatan termasuk BPP yang ada di Kabupaten Tana Toraja untuk menjadikan pilot project BPP model kostratani. Indikator pemilihan pilot project ini antara lain mencakup luas lahan pertanian, ketersediaan sarana dan prasarana, serta tentu tersedianya jaringan internet di daerah tersebut.

Sekertaris Dinas Pertanian Tana Toraja mewakili Kepala Dinas Pertanian membuka secara langsung Sosialisasi Aplikasi Pelaporan Program Utama Kementerian Pertanian yang digagas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) di Hotel Burake Hills. Senin, (24/08).

Menarik untuk Anda:

Kegiatan tersebut dihadiri 38 penyuluh dari 19 BPP yang berada di Kabupaten Tana Toraja. Bersama penyuluh, Nataniel Karru, SE., MH menyampaikan bahwa Tana Toraja siap mendukung segala kebijakan kementan termasuk Kostratani dan berharap setelah kegiatan ini, semua BPP terkoneksi langsung dengan AWR yang berada di pusat.

Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) sebuah gerakan pembaharuan di mana pembangunan pertanian dimulai dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di tingkat Kecamatan.” BPP kita modernisasi menjadi Kostratani. Sebagai pusat pengembangan (center of gravity). Jadi, kemampuan dan kapasitas penyuluhharus terus di genjot agar berkembang,” kata Nataniel.

Di tempat terpisah, Dr. Ir. Syaifuddin, M.P Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa yang merupakan lembaga dibawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian – Kementerian Pertanian diberikan tugas untuk melakukan pendampingan dalam ketersediaan data dan informasi pertanian, terlaksananya Program Utama Kementerian Pertanian serta terkoneksi BPP dengan AWR.

Menurut Syaifuddin, peran Kostratani nanti akan menjadi pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan jejaring kemitraan.
“Kiranya dengan terciptanya BPP sekabupaten Tana Toraja menjadi model kostratani nantinya dapat menggerakan para penyuluh pertanian yang ada di tingkat kabupaten untuk lebih proaktif dalam mendampingi petani, agar petani terus memiliki semangat dalam melaksanakan kegiatan mengolah lahan secara optimal dan maksimal peningkatan produksi, produktivitas dan kesejahteraan petani,” harapnya.

Sedangkan sosialisasi aplikasi program utama kementan bagi Penyuluh dibawakan Samaria, S.Pi., M.Si dan Hairul, S.ST. Bimbingan tersebut disambut baik oleh penyuluh pertanian, melalui bimbingan tersebut akan lebih memperkuat BPP Tana Toraja sebagai Model BPP Kostratani untuk menjalankan peran sebagai pusat data dan informasi,” ujar Samaria.

Kementan khususnya Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) berupaya meningkatkan peran Kostratani menjadi pusat data dan pusat gerakan pembangunan pertanian, sehingga dapat mendukung petani meningkatkan produktifitas pertanian.”Kebijakan pusat pada gerakan pemberdayaan petani terpadu berbasis teknologi informasi diimplementasikan pada AOR Kostratani, sekaligus menarik minat generasi milenial yang akrab dengan IT, sehingga tertarik kembali ke sektor pertanian. (MUZ).

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Perayaan Semarak Bulan Bahasa, Himaprodi PBSI UNM Bagi Masker dan Gelar Seminar

Hadirkan Waketum LPBH NU Makassar, PMII UINAM Gelar Webinar UU Cipta Kerja

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar