Terkini.id, Jakarta – Jurnalis, Budi Setyarso menanggapi soal polemik uji wawasan kebangsaan bagi para pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang disebut menjadi penyebab tidak lolosnya penyidik senior Novel Baswedan.
Budi Setyarso lewat cuitannya di Twitter, Kamis 6 Mei 2021, menanggapi sejumlah anggapan yang menyebut uji wawasan kebangsaan tersebut dilakukan KPK untuk membersihkan kadrun di lembaga antirasuah tersebut.
“Uji wawasan kebangsaan untuk membersihkan KPK dari kadrun?,” cuit Budi Setyarso.
Menurutnya, apabila kadrun yang dimaksud itu merupakan Islam radikal maka anggapan tersebut merupakan bualan semata.
Pasalnya, kata Budi, banyak pegawai KPK yang tak lolos uji wawasan kebangsaan itu adalah non-muslim.
“Jika kadrun yang dimaksud adalah “Islam radikal”, orang itu hanya membual. Banyak pegawai KPK yang tidak lolos tes itu non-muslim,” tuturnya.
Adapun kesamaan dari para pegawai yang tak lolos itu, kata Budi, yakni mereka sama-sama memiliki integritas.
“Kesamaan dari mereka: integritas,” ungkap Budi Setyarso.
Pernyataan Budi tersebut sontak menuai respons dari pegiat media sosial sekaligus akademisi Universitas Indonesia (UI), Ade Armando.
Ade Armando menilai, kesimpulan dari pernyataan Budi Setyarso tersebut yakni yang lolos uji wawasan kebangsaan KPK adalah mereka yang tidak memiliki integritas.
“Kesimpulan dari Tweet Budy Setyarso (wartawan Tempo) ini: yang lolos uji wawasan kebangsaan di KPK adalah mereka yang tidak berintegritas,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
