Terkini.id, Jeneponto – Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Dinas Kesehatan menggelar rembuk stunting percepatan penurunan stunting, di ruang Pola Panrannuangta Kantor Bupati Jeneponto, Jumat, 23 Oktober 2020.
Rembuk stunting dibuka langsung oleh Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, dengan melibatkan anggota DPRD, beberapa OPD, Camat, 10 Desa dan Kelurahan lokus Stunting dan Pattiro Jeka.
Serta TA Kebijakan Publik INEY Percepatan Penurunan Stunting wilayah 5 Bina Bangda Kemendagri, Lukman Nurhakim dan Kadis Kesehatan Syusanty Mansyur selaku pemateri.
Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar dalam sambutannya mengatakan, di Kabupaten Jeneponto masih banyak bayi yang tidak mendapatkan makanan yang bergizi,
“Jumlah bayi kita sesuai data Dinkes sebanyak kurang lebih 30.000, yang terindikasi stunting ada 2.300 sekian, dengan demikian kalau kita persentase ini ada 14 persen, artinya harus segera untuk ditindak lanjuti. Untuk itu dalam acara rembuk ini menghasilkan sebuah rekomendasi yang dapat mempercepat percepatan penurunan stunting,” jelas Iksan Iskandar.
- Ketua DPRD Sulsel Siap Kawal Aspirasi BADKO HMI Sesuai Kewenangan Pemerintah
- Melihat Bagaimana Politik Mempengaruhi Akses dan Keadilan dalam Sistem Kesehatan di Indonesia
- Pemkot Makassar Siap Bersinergi Wujudkan Sekolah Unggulan SMP-SMA Boarding School
- Wali Kota Makassar dan BKKBN Sulsel Perkuat Kolaborasi Penanganan Stunting
- Makassar Sambut Delegasi Dunia di IGS 2026, Perkuat Diplomasi dan Kerja Sama Internasional
Menurutnya, untuk mempercepat penurunan stunting, maka sinergitas semua elemen sangat penting untuk terlibat langsung dalam melaksanakan langkah-langkah percepatan penurunan stunting di Jeneponto.
“Dinas Pendidikan dan Kemenag harus memberikan solusi bagaimana cara sehingga program percepatan penurunan stunting dapat dimasukkan dalam salah satu mata pelajaran,” terangnya.
Lebih lanjut, Iksan Iskandar menekankan, percepatan penurunan stunting menjadi tugas kita semua,”jadi bukan hanya tugas Dinas Sosial dan TP PKK, tapi semua OPD harus terlibat dalam menekan terjadinya gizi buruk di daerah kita ini,” tegasnya.
Dia menegaskan juga, Kepala Wilayah Kecamatan, Kepala Desa dan Kepala Kelurahan untuk fokus memikirkan bagaimana cara sehingga stunting tidat terjadi di wilayahnya.
“Kalau kita bersinergi untuk memikirkan, melakukan percepatan pencegahan Stunting, maka apa yang kita harapkan akan tercapai,” ujarnya.
Selain itu, Bupati Jeneponto dua periode itu juga menekankan agar semua calon pengantin untuk dibekali bagaimana mengasuh anak dengan baik.
“Jadi kami harapkan semua orang yang akan menikah harus mendapatkan pembekalan bagaimana mengasuh dan meberi asupan gizi kepada anak, disamping jajaran Dinas Kesehatan dapat terus memberikan penyuluhan bagi ibu rumah tangga,” tutup Iksan Iskandar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
