Bunuh Bayi dari Hasil Mesum dengan Pacar, Wanita Bercadar Ini Ditangkap Polisi

Wanita Bercadar
Wanita bercadar, AF, ditangkap polisi karena membunuh bayinya. (Foto: Bogor Times)

Terkini.id, Jakarta – Seorang wanita bercadar yang merupakan santriwati sebuah pondok pesantren di Kecamatan Plaosan Magetan, AF (20), ditangkap polisi lantaran membunuh bayi yang baru saja ia lahirkan.

Bayi yang dilahirkan AF diketahui merupakan hasil mesum antara dirinya dengan sang pacar yang juga merupakan santri.

Saat ini AF telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Magetan. Ia dijerat pasal atas kasus pembunuhan yang dengan sengaja menghilangkan jiwa anaknya sendiri saat dilahirkan. AF pun kini terancam hukuman 15 tahun penjara.

Santriwati asal Jember ini kedapatan melahirkan bayi di kamar mandi sekolah agama di Magetan, bayi malang itu dihabisi tersangka dengan menggunakan Baskom.

Kapolres Magetan AKBP Muhammad Riffai mengatakan bahwa AF saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Tersangka telah ditahan di Mapolres Magetan.

“Sudah ditahan. Dari hasil pemeriksaan medis, bayi laki-laki dengan berat badan 2,6 kilogram dan panjang badan 51 centimeter. Dia meninggal akibat kekurangan oksigen. Namun disini menunjuk leher dan sekitar hidung dan mulut ada bekas merah,” kata Riffai, seperti dilansir dari Bogor Times, Selasa, 21 Januari 2020.

Menurut hasil penyelidikan polisi, tersangka dan kekasihnya yang tak disebutkan identitasnya ini telah menjalin hubungan asmara saat keduanya masih aktif sebagai santri di salah satu pondok pesantren di Bondowoso.

“Pacarnya anak Bondowoso sama-sama pernah nyantri di salah satu Pondok Pesantren di Bondowoso. Tapi waktu hamil di saat masih mondok di Pesantren Bondowoso, AF gadis bercadar itu tiba-tiba menghilang dan pindah nyantri di pondok pasantren Magetan,” ujar Riffai.

Namun, sang kekasoh AF tidak ditetapkan sebagai pelaku dalam kasus tersebut lantaran belum terbukti sebagai pelaku pembunuhan maupun otak dari kasus tersebut.

“Jadi pembunuhan murni dilakukan tersangka AF seorang diri,” ungkap Riffai.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, AF dijerat dengan Undang-undang tentang perlindungan anak dan pasal 341 KUHP seorang Ibu dengan sengaja menghilangkan jiwa anaknya saat dilahirkan.

Tersangka terancam kurungan penjara selama 15 tahun dan denda sebesar Rp 3 miliar.

Komentar

Rekomendasi

Bawa-bawa Nama Prabowo, Pria Ini Ngamuk di Sekolah karena Tak Dikasi Duit

Istimewanya HUT ke-60 Barru: Menteri, Gubernur, Pangdam, Kapolda hingga Ketua DPRD Hadir

Usia 63 Tahun, Astra Terus Kobarkan Semangat Kurangi Plastik

Lamaran Mewah Anak Pejabat, Mahar Kawinnya Fantastis

Prodia Buka Pemeriksaan Gratis untuk Millenial

Anggota DPR RI ini Lamar Kekasihnya dengan Mahar 12,5 Hektar Penuh Nikel dan Puluhan Ternak

Larry Tesler Penemu Cut dan Copy Paste di Komputer Meninggal Dunia

Resmi, Nasdem Keluarkan Rekomendasi untuk Danny Pomanto

Departemen Kehakiman AS Ungkap Kasus Suap ke Pimpinan PLN dan Pejabat RI

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar