Buron KPK Hampir 4 Bulan, Nurhadi Eks Sekretaris Mahkamah Agung Ditangkap

UU KPK
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Gesuri)

Terkini.id, Jakarta – Tersangka kasus suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar, Nurhadi akhirnya ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah buron hampir 4 bulan.

KPK menangkap eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) tersebut setelah sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) atau buron sejak hampir empat bulan lalu.

Sebelumnya, Plt Jubir KPK Ali Fikri mengungkapkan Nurhadi setelah dipanggil dua kali sebagai tersangka tidak pernah hadir atau mangkir dari panggilan penyidik KPK.

“Maka kami menyampaikan bahwa KPK telah menerbitkan daftar pencarian orang, DPO kepada para tiga tersangka ini, yaitu Pak Nurhadi kemudian Riezky Herbiyono dan Hiendra Soenjoto,” kata Ali Fikri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan seperti dikutip dari detikcom.

Selain Nurhadi, KPK juga memasukkan dua tersangka lain, yakni menantu Nurhadi, Riezky Herbiyono, dan Hiendra Soenjoto sebagai buron. Riezky Herbiyono ditangkap bersama Nurhadi pada Senin (1/6/2020) malam.

Menarik untuk Anda:

“Perlu kami sampaikan juga, sebelumnya KPK telah memanggil para tersangka dengan patut menurut ketentuan undang namun ketiganya sampai terakhir panggilan tidak memenuhi panggilan tersebut atau mangkir,” ucap Ali.

Nurhadi sempat dikabarkan berada di Jakarta bulan Februari lalu. Hal itu sampaikan kuasa hukum Nurhadi.

Polri pun membantu KPK mencari keberadaan Nurhadi. Polri mengaku telah menerima dari KPK untuk melakukan pencarian dan menangkap Nurhadi.

KPK juga sempat memburu Nurhadi hingga ke Jawa Timur dan menyambangi kediaman mertua Nurhadi di Tulungagung.

Nurhadi akhirnya ditangkap KPK pada Senin 1 Juni malam, bersama menantunya. Nurhadi ditangkap di wilayah Jakarta Selatan.

“Apresiasi dan penghargaan kepada rekan-rekan penyidik dan unit terkait lainnya yang terus bekerja,” kata Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango seperti dilansir Antara, Selasa 2 Juni 2020.

Penangkapan tersebut, kata Nawawi, sekaligus membuktikan KPK terus bekerja dalam menangani kasus dugaan korupsi.

Terima Suap Rp 46 Miliar

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Nurhadi sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi. Total uang yang diduga diterima Nurhadi sekitar Rp 46 miliar.

Nurhadi diduga menerima suap berkaitan dengan pengurusan perkara perdata di MA. Selain Nurhadi, KPK menjerat 2 tersangka lain, yaitu menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto.

Selain urusan suap, Nurhadi dan Rezky disangkakan KPK menerima gratifikasi berkaitan dengan penanganan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK (peninjauan kembali) di MA. Penerimaan gratifikasi itu tidak dilaporkan KPK dalam jangka 30 hari kerja.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Beredar Video Ratusan Skripsi Mahasiswa Dibuang dari Jendela, Ini Faktanya

Server Eror, Jadwal PPDB di Makassar Tak Berjalan Sesuai Rencana

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar