Masuk

Cecar Husin Shihab Soal Laporan, Eggi Sudjana: Saya Buat Gaduh? Di Mana Gaduhnya?

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial Eggi Sudjana angkat suara soal pelaporan Husin Alwi Shihab terkait pernyataannya yang diduga membuat gaduh.

Eggi Sudjana merasa bingung ketika dinilai telah membuat gaduh masyarakat melalui pernyataannya.

Ia pun mempertanyakan apa sebenarnya motivasi pelaporan tersebut karena menurutnya sama sekali tidak ada yang gaduh soal itu.

Baca Juga: Jokowi Absen di Sidang Ijazah Palsu, Penggugat Sindir Reunian UGM

“Kalau bicara deliknya, kenapa saya bicara lalu dilaporkan. Yang mana yang membuat saya dilaporkan. Dalam perspektif hukum juga, saudara Husin yang melaporkan saya, legal standingnya apa? Kan harus jelas,” ujar Eggi, dikutip dari hopsid.

Ia menjelaskan, lantaran jika merujuk pada surat edaran Kapolri tanggal 19 Februari 2021, tiap masalah hukum harus dilakukan melalui pendekatan edukatif terlebih dahulu, dan dilakukan pula restoratif justice.

“Sehingga harus dipertanyakan, apa motivasinya membuat laporan itu. Apakah ini yang mendatangkan kegaduhan,” herannya.

Baca Juga: Penggugat Ijazah Palsu Jadi Tersangka Dugaan Penistaan Agama, Eggi Sudjana: Mengacu Pada Kasus

“Karena tak ada masyarakat yang gaduh. Komentar di Youtube saya, enggak ada, biasa saja yang komentar. Menariknya lagi saya dianggap memelintir, yang mana?,” tanya Eggi.

Tak hanya itu, lebih jauh pada kesempatan itu, Eggi Sudjana lalu menyinggung pernyataannya soal Jenderal Dudung.

Ia mengklaim, yang disinggung itu soal kesetaraan antara Allah dengan manusia. Itulah yang kemudian dipersoalkan.

“Dudung itu saudaraku, bukan musuh, kita sama-sama orang Sunda,” terang Eggi.

Baca Juga: Sindir Pemerintah, Eggi Sudjana: Ketuhanan yang Maha Esa Sudah Berubah Jadi Keuangan yang Maha Kuasa

Nah, adapun dia mengkritik ucapan Dudung yang menyebut Tuhan bukan orang Arab, lantaran bagian dari catatan demokrasi.

Jika dirinya kemudian dilaporkan, tentu yang melaporkan dianggap tak mengerti surat edaran Kapolri, dan juga SKB 3 Menteri.