Cegah Bibit Radikalisme di Sekolah, Danny Pomanto: Penguatan Kurikulum

Cegah Bibit Radikalisme di Sekolah, Danny Pomanto: Penguatan Kurikulum

K
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Guru menjadi ujung tombak untuk mencegah tumbuhnya radikalisme di sekolah. Kurikulum pendidikan tak boleh mengandung paham radikalisme.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan bakal melakukan penguatan di wilayah kurikulum. 

“Saya dan ibu Fatma akan mengajak guru-guru. Kebetulan kami ditunjuk oleh pemerintah pusat melalui program guru pelopor,” kata Danny, Senin, 29 Maret 2021.

Anak muda dinilai paling rentan menjadi ladang penyebaran radikalisme dan terorisme. Untuk mencegah bibit radikalisme, Danny mengatakan akan memoles para guru. 

Semua guru SD dan SMP diminta lebih menekankan pentingnya keberagaman dan hidup bersesama kepada murid. 

Baca Juga

“Intinya guru, nanti guru ke anak-anak murid,” kata Danny.

Danny menilai dalam situasi pandemi, proses menuju sekolah tatap muka merupakan momen paling tepat untuk merumuskan kembali kurikulum pendidikan di sekolah.

“Kalau dia kuat imannya Insya Allah tidak radikal,” tutupnya. 

Sebelumnya diberitakan, sebuah ledakan terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021 sekitar pukul 10.30 Wita.

Mereka diduga bagian dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sulawesi Selatan.

Polisi menduga kasus ini sebagai aksi teror bom bunuh diri. Berdasarkan informasi terakhir, korban luka akibat bom bunuh diri di depan Gereja Katedral sebanyak 20 orang.

Saat ini, para korban masih dalam perawatan di beberapa rumah sakit.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.