Terkini.id, Jakarta – Salah satu petinggi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kyai Cholil Nafis ikut menyoroti pernyataan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman saat membawakan kuliah subuh di Masjid Nurul Amin, Kota Jayapura, Provinsi Papua.
Di mana, dalam narasi tausiyah atau ceramahnya Jenderal Dudung meyebut bahwa tidak perlu terlalu dalam mempelajari agama.
Melalui akun Twitter pribadinya, Cholil Nafis lantas mempertanyakan soal apa yang Dudung maksud.
“Apa maksudnya jangan terlalu dalam mempelajari agama?” cuit Nafis dalam akun Twitter pribadinya, Senin 6 Desember 2021.
Tak hanya itu, Cholil Nafis bahkan menyinggung soal apa yang Jenderal Dudung lakukan. Tak tanggung-tanggung, dia menawarkan apabila Jenderal Dudung ingin ganti profesi sebagai seorang penceramah agama.
- Jelang Pemilu 2024, Ini Seruan KSAD Jenderal Dudung ke Prajurit TNI AD
- Wali Kota Makassar Sambut KSAD Dudung, Paparkan Program Ojol Day dan Longwis
- Presiden Arema ke KSAD Dudung: TNI Banyak Selamatkan Nyawa di Kanjuruhan
- KSAD Dudung soal Pernyataan Effendi Simbolon: Jangan Jadi Ayam Sayur
- Jenderal Andika dan KSAD Dudung Disebut Tidak Harmonis, Effendi Simbolon: Ego Mereka Merusak Tatanan
“Saya menawarkan standardisasi da’i MUI kalau mau berganti profesi sebagai penceramah agama he hehe,” lanjut Nafis dalam cuitannya dikutip dari Warta Ekonomi, Senin 6 Desember 2021.
Cholil Nafis pun menyarankan agar sebaiknya Jenderal Dudung fokus pada tugas pokoknya saja, yaitu sebagai pertahanan negara.
“Baiknya fokus pada tugas pokoknya aja, yaitu pertahanan negara dan menumpas perusuh dan pembangkang NKRI,” ujarnya.
Sebelumnya, Jenderal Dudung kembali menuai sorotan publik setelah narasi ceramahnya viral yang menyebut bahwa tidak perlu terlalu dalam mempelajari agama.
“Iman taklid, ada iman ilmu, ada iman iyaan, ada iman haq (haqul yaqiin), dan iman hakikat. Oleh karena itu, banyak sebagian dari orang Islam sering terpengaruh katanya hadis ini, katanya hadis itu, kata Nabi Muhammad SAW. Oleh karenanya jangan terlalu dalam, jangan terlalu dalam mempelajari agama,” ujar Dudung sebagaimana dikutip dari akun Youtube resmi TNI AD, Minggu 5 Desember 2021.
Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigadir Jenderal (Brigjen) Tatang Subarna, mengklarifikasi sekaligus meluruskan pernyataan Jenderal Dudung.
“Maksud KSAD, mempelajari agama terlalu dalam akan terjadi penyimpangan, apabila tanpa guru,” ucap Tatang sebagaimana dikutip dari Republika di Jakarta, Senin 6 Desember 2021.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
