Terkini.id, Jakarta- Pegiat media sosial Chusnul chotimah menyebut hanya untuk mengurus harga minyak goreng, Menteri BUMN sampai Presiden Jokowi harus ikut turun tangan.
“Menteri BUMN sampai presiden @jokowi turun tangan cuma unk ngurusin harga minyak goreng,” tulis Chusnul Chotimah di akun Twitter pribadinya ChusnulCh_, Jumat 29 April 2022.
Lantas Chusnul Chotimah mempertanyakan keberadaan Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) serta peranan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam mengurus harga minyak goreng supaya kembali normal dengan harga yang terjangkau masyarakat.
Bahkan, Chusnul menyatakan jika Mendag Lutfi dan Kemendag tidak berguna, dia meminta agar dipecat dan dibubarkan.
“Lalu gunanya @MendagLutfi dan @Kemendag apa ya? Kalo memang gak ada kenapa gak dipecat dan dibubarkan aja?” tegas Chusnul.
- Viral! Warga Cabut Logo Gereja di Tenda Bantuan Gempa, Chusnul Chotimah: Sebenarnya Islamophobia atau Kristenophobia?
- Surya Paloh Dukung Anies Sebagai Capres 2024, Chusnul Chotimah: Pantas Dikatain Kadrun, Pemikiran Sempit!
- Gembong Warsono Sebut Anies adalah Gubernur 0 persen, Chusnul Chotimah: Yang Setuju Retwet
- Soroti Vonis Penjara Bahar Bin Smith, Chusnul Chotimah: Indonesia Darurat Kebohongan!
- Prabowo Maju Pilpres, Chusnul Chotimah Soroti Anies: Kemakan Omongan Sendiri!
Chusnul memberikan pernyataan tersebut sebagai tanggapan dari sebuah laporan dari CNN Indonesia yang menyebut Menteri BUMN Erick Tohir tengah mengkaji rencana intervensi distribusi minyak goreng melalui Perum Bulog agar harganya bisa turun.
Menteri BUMN Erick Tohir mengaku merasa ironi dengan kesulitan masyarakat mendapat minyak goreng dengan harga murah. Sementara Indonesia merupakan produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Untuk itu, rencana akan mengintervensi muncul.
“Karena itu, kemarin juga kita diminta untuk mulai melihat bisa enggak mengintervensi dari minyak goreng untuk distribusi, seperti dari Bulog atau yang mana, ya baik, tapi saya pelajari dulu,” kata Erick, dikutip dari CNN Indonesia, Kamis 28 April 2022.
Menurut Erick, tanpa kajian dan pertimbangan yang jelas dirinya tidak akan mengintervensi minyak goreng di masyarakat. Karena itu, pihaknya saat ini tengah mengkaji mekanisme distribusi minyak goreng.
“Kejadian minyak goreng sama, ketika tidak ada titik keseimbangan, sebagai negara terbesar di dunia yang produksi minyak kelapa sawit, tapi akses masyarakat untuk mendapatkan itu sulit. Kalau saya bilang kita siap, kita siap. Kalau enggak siap, ya enggak siap. Jangan juga nanti BUMN masuk, ditinggal, sama saja menjadi problem baru, kita mau mencari solusi,” ungkapnya.
Sebelumnya diketahui bersama, Presiden Jokowi telah melarang secara resmi ekspor bahan baku dan produk minyak goreng ke luar negeri. Larangan tersebut berlaku di seluruh wilayah Indonesia mulai Kamis 28 April 2022.
“Sesuai dengan keputusan Bapak Presiden mengenai hal tersebut dan memperhatikan pandangan masyarakat, kebijakan pelarangan ini di detailkan yaitu berlaku untuk semua produk baik itu CPO, RPO, RBD Palm Olein, Pome dan used cooking oil,” kata Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam media briefing, Rabu 27 April 2022.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
