Cita Citata Termasuk ke dalam Daftar Rincian 25 Nama Penerima Fee Korupsi Bansos Corona Rp14,7 M

Terkini.id, Jakarta – Pejabat Pembuat Komitmen alias PPK di Kementerian Sosial, Matheus Joko Santoso, membeberkan rincian penggunaan uang Rp 14,7 miliar yang berasal dari fee perusahaan penyedia bantuan sosial (bansos) Covid-19.

Hal itu diungkapkan oleh Joko saat bersaksi untuk dua terdakwa penyuap mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, yakni Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja di Pengadilan Tipikor Jakarta, pada hari Senin kemarin, 8 Maret 2021.

“Rp14,7 miliar yang diberikan ke menteri kurang lebih sebesar itu. Dari jumlah itu Rp8,4 miliar saya berikan ke Pak Menteri melalui Pak Adi,” ungkap Joko saat sidang, dikutip dari Antara.

Baca Juga: Juliari Tersangka Korupsi Bansos Covid-19 Sebut Beri Uang ke Ketua...

Adapun Adi yang dimaksud, yaitu Adi Wahyono selaku Kabiro Umum Sekretariat Jenderal Kemensos sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Satuan Kerja Kantor Pusat Kemensos tahun 2020 dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bansos Covid-19.

Joko dan Adi juga berstatus sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap bansos penanganan pandemi Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek di tahun 2020.

Baca Juga: Tersangkut Kasus Bansos Covid-19, Staf Desa Ini Terancam Penjara 5...

Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Muhammad Nur Azis, kemudian mengonfirmasi keterangan Joko dalam berita acara pemeriksaan (BAP) terkait penggunaan uang tersebut.

“Dalam BAP 78, Saudara mengatakan setelah menerima uang, Menteri mengevaluasi penerimaan uang dan atas arahan Menteri, uang tersebut dibayarkan untuk beberapa keperluan, ini benar?” tanya Azis.

Adapun rincian penggunaan uang korupsi bansos Covid-19 tersebut rupanya turut menyeret nama pedangdut cantik Cita Citata.

Baca Juga: Siap-siap Bansos Dicabut Bagi yang Menolak Divaksin Covid-19

Kok bisa? Penasaran dengan rinciannya? Berikut 25 daftar nama penerima fee korupsi bansos Corona yang senilai Rp14,7 M:

  1. Kepada Adi Wahyono untuk keperluan mantan Menteri Sosial Juliari P. Batubara sebesar Rp8,4 miliar.
  2. Kepada Adi Wahyono sebesar Rp1 miliar.
  3. Kepada Pepen Nazaruddin (Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementrian Sosial) Rp1 miliar.
  4. Kepada Karo Perencanaan Kemensos, Adi Karyono, sebesar Rp550 juta (tapi sudah dikembalikan pada 25 November 2020 lalu).
  5. Kepada Karopeg Kemensos, Amin Raharjo, sebesar Rp100 juta.
  6. Kepada Sunarti (Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos) sebesar Rp100 juta. 
  7. Kepada Robin (tim bansos) Rp300 juta.
  8. Kepada Yogi (tim bansos) Rp300 juta.
  9. Kepada Iskandar Rp250 juta.
  10. Kepada Rizki Kemensos Rp350 juta.
  11. Kepada Firman (tim bansos) Rp250 juta.
  12. Kepada Reinhan Rp70 juta.
  13. Pembelian 10 buah ponsel senilai total Rp140 juta kepada pimpinan Kemensos.
  14. Pembelian 3 unit sepeda Brompton untuk Sekjen Kemensos, Hartono Laras, senilai Rp120 juta.
  15. Untuk operasional BPK Rp1 miliar yang diberikan melalui Adi.
  16. Pembayaran hotel biro humas Rp80 juta.
  17. Pembayaran tes swab Covid-19 pimpinan Kemensos Rp30 juta.
  18. Seragam baju tenaga pelopor Rp80 juta.
  19. Pembayaran kegiatan Mesuji, Lampung Rp100 juta.
  20. Pengerahan tenaga pelapor untuk monitoring gudang Rp80 juta.
  21. Pembayaran makan dan minum rapat pimpinan mulai awal hingga akhir Rp100 juta.
  22. Pembayaran makan dan minum tim bansos relawan serta tim pantau Rp200 juta.
  23. Pembayaran sapi Rp100 juta
  24. Sewa pesawat di Labuan Bajo Rp270 juta.
  25. Pembayaran artis dangdut Cita Citata untuk kegiatan rapat di Labuan Bajo Rp150 juta.

Jaksa kemudian bertanya mengapa dana untuk kegiatan-kegiatan tersebut diambil dari fee vendor bansos.

“Tidak tahu, hanya menjalankan perintah,” jawab Joko.

“Itu Rp 14,7 miliar sudah habis dipakai?” tanya jaksa lagi.

“Waktu itu sudah terdistribusi semua,” papar Joko.

Dalam kasus ini, Harry dan Ardian didakwa karena telah menyuap Juliari dan sejumlah pejabat di Kementerian Sosial.

Harry didakwa memberi suap sebesar Rp1,28 miliar, sedangkan Ardian didakwa memberi uang sejumlah Rp1,95 miliar.

Menurut JPU, uang tersebut diberikan terkait penunjukkan kedua terdakwa sebagai penyedia bansos Covid-19 pada Kemensos tahun 2020.

Sponsored by adnow
Bagikan