Tentang Lidah Mertua

PERS kini sedang hangat dan tajam berbicara tentang “lidah mertua” sehubungan dengan gagasan Gubernur DKI Jakarta menggunakan tanaman “sanseviera” sebagai senjata perang melawan polusi udara di Jakarta yang padat dan luas.

“Sanseviera” adalah tanaman hias yang gampang ditanam di pekarangan maupun di dalam rumah. Ia tidak rewel menuntut perlakuan istimewa.

Selain penampilannya yang anggun, tanaman ini dapat membantu mengurangi polusi udara, khususnya di dalam rumah, misalnya di ruangan kerja dan kamar tidur.

Dengan tampilan dan kegunaannya itu, adalah sadis bahwa tanaman ini dinamakan “lidah mertua.” Entah siapa penciptanya.

Renungan: Dapat diduga bahwa “lidah mertua” ini mungkin bukannya meredam melainkan meningkatkan “polusi udara politik” di DKI Jakarta, yang gampang meluber ke wilayah Indonesia lainnya.

Tetapi, betapapun hangatnya “perang kata,” waktu pasti akan meredamnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

Selamat Jalan Mr Crack

DI dunia yang dihuni tujuh miliar penduduk, ada segelintir orang -- mungkin tak sampai selusin -- yang disebut dengan jenaka sebagai gipsy aeronautics. Orang-orang
Opini

Joshua Wong, Tokoh Utama Demo Hong Kong

IA ditangkap. Ia dibebaskan. Ia dilarang pergi ke luar negeri. Ia diizinkan pergi.Itulah hebatnya hukum di Hongkong. Peninggalan Inggris.Joshua adalah salah satu tokoh utama
Opini

Tentang Perlindungan Anak

INI kejadian tahun 2010. Sorang anak kecil datang menghampiri saya dan menawarkan payung untuk saya bisa menerobos hujan keluar dari stasiun BusWay. Saya tersenyum
Opini

Pemerintahan Yang Berubah

PERNAHKAH kita menyelami bahwa keberadaan pemerintah tidak lain dimaksudkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.Namun, seringkali kita meragukan bahwa penyelenggaraan pemerintahan telah berjalan dengan
Opini

Mengenal Kaltim Calon Ibu Kota Kita

TAHUKAH anda bahwa satu satunya lahan di Kalimantan Timur yang tidak dikuasai penambang dan HTI (Hutan Tanaman Industri) adalah Balikpapan. Merujuk salinan Dinas Energi dan
Opini

Ibu Kota Baru

SAYA tahu lokasi itu. Yang direncanakan jadi ibu kota baru Republik Indonesia itu. Yang kemarin diumumkan sendiri oleh Bapak Presiden Jokowi itu.Di Kaltim ada
Opini

Tanda-tanda Resesi

17 Agustus tahun ini.Tiga hari sebelumnya.Jam 6 pagi waktu New York.Itulah hari pertama kurva terbalik: yield bond jangka panjang lebih rendah dari yield bond
Opini

74 Tahun Indonesia, Merdeka dalam Penindasan

TANGGAL 17 Agustus 2019, bangsa Indonesia dari Sabang sampai Marauke memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 tahun.Berbagai macam bentuk kegiatanpun dilakukan dalam rangka