Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Danny Pomanto menghentikan proyek prestisius Pedestrian Jalan Metro Tanjung Bunga. Ia mengatakan dirinya berkomitmen menyelesaikan seluruh sengkarut pemerintahan yang ditinggalkan Pj Wali Kota Makassar sebelumnya.
Danny mengatakan saat ini dirinya berfokus pada pandemi Covid-19. Sehingga, dirinya tidak akan melanjutkan pembangunan area Pedestrian Jalan Metro Tanjung Bunga.
“Kami tidak akan melanjutkan proyek Metro Tanjung Bunga. Anggaran itu akan kami pakai untuk penanganan Covid-19 yang selama ini jauh dari maksimal,” singkat Danny, Senin, 1 Maret 2021.
Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Makassar menentang proyek pedestarian Jalan Metro Tanjung Bunga. Mereka meminta pemerintah kota menghentikan proyek tersebut.
Anggota Komis B DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo menilai proyek pedestrian Metro Tanjung Bunga bukan hal yang sifatnya mendesak.
Terlebih, pemerintah kota belum memiliki alas hak pedestarian Jalan Metro Tanjung Bunga. Saat ini, kata dia, baru surat pernyataan yang dikantongi pemeritah.
- Appi Temui Danny Pomanto di Momen Lebaran, Sepakat Saling Support Pembangunan Makassar
- Open House Idul Fitri Danny Pomanto Jadi Simbol Toleransi, Tokoh Lintas Agama Bernyanyi Bersama
- Momen Idul Fitri di Karebosi, Danny Pomanto, IAS dan Appi Salat Id Satu Saf
- Mantan Walikota Makassar Danny Pomanto Kenang Sosok Andi Yasir, Figur Pamong Berdikasi
- Evaluasi Motor Sampah Listrik: Munafri Tinjau Ulang Proyek Warisan Danny Pomanto
“Saya sudah tanya orang ULP. Apakah boleh membangun diatas lahan yang tidak punya alas hak, ULP jawab tidak bisa. Kemudian, apakah ada alas haknya, ULP jawab tidak tahu. Ketidaktahuan itu saya anggap tidak ada,” kata Hasanuddin.
Oleh sebab itu, ia menilai proyek prestisius tersebut harus dibatalkan.
Sementara, Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Andi Nurhaldin NH menyebut, pihaknya telah membuat rekomendasi untuk menolak pembangunan pedestrian Metro Tanjung Bunga sejak Juni lalu.
“Komisi C telah mengeluarkan rekomendasi penolakan proyek Metro Tanjung Bunga,” jelas Nurhaldin.
Nurhaldin mengatakan, kawasan Metro Tanjung Bunga dibagi atas 8 sertifikat hak milik yang punya lahan. Sementara, kata dia, 5 di antaranya telah menyerahkan surat kerjasama.
“Bagaimana mau disupport kalau alas hak belum kita punya. Sama’ji kalau kita bangun rumahnya orang tapi orang itu tidak mau beri sertifikatnya,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Nurhaldin menilai anggaran sebesar Rp127 miliar yang dialokasikan untuk pedestarian tersebut untuk dialihkan ke penanganan Covid-19.
“Kita harus membahas pasca covid seperti apa. Uang sebesar itu bisa kita bantu pelaku UMKM,” kata Nurhaldin.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
