Terkini.id — Bakal Calon Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan bahwa netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) sangat penting untuk mengawal jalannya Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Makassar 2020.
“Ini kondisinya sangat berbeda, saya bukan lagi petahana, karena ada kekosongan sekitar 1,5 tahun. Tetapi yang terpenting, netralitas ASN adalah bagian yang sangat penting,” kata Danny Pomanto, usai mendaftar di KPU Makassar sebagai calon wali kota, Jumat 4 September 2020.
Mantan Wali Kota Makassar ini juga meminta kepala daerah untuk tidak melakukan pengangkatan dan mutasi ASN enam bulan sebelum memasuki masa pendaftaran calon.
“Saya hafal ini Pasal 70 yang Pilwali yang lalu mengugurkan kami. Dimana 6 bulan sebelumnya kalau ada pilkada di daerahnya kepala daerahnya tidak boleh mengganti dan mengangkat ASN, ini sudah tidak lagi enam bulan tapi sudah masuk Pilwali,” ujarnya.
Pasangan Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi telah mendaftar di KPU sebagai calon wali kota dan wakil wali kota Makassar.
- Gubernur Andi Sudirman Beberkan Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 6,88 Persen Hasil Kerja Bersama
- IKAFE Unhas Ingatkan Ancaman 'Drifting Economy', Stabilitas Bisa Kehilangan Daya Dorong Transformasi
- Honda ADV Chapter Gowa dan Gowata Sakti Motor Gelar Aksi Sosial di Masjid Al Arif
- Kolaborasi dengan Sumitomo Forestry, Summarecon Hadirkan Cluster Rinoka di Makassar
- Pemkab Jeneponto Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Nasional, Tekankan Pendidikan Anti Korupsi dan Integritas
Pasangan bertagline Adama ini, diusung oleh Partai Gerindra dengan lima kursi dan NasDem enam kursi.
“Kami baru saja menerima berita acara terkait kelengkapan berkas. Saya sangat berterima kasih kepada semua partai pengusung maupun pendukung,” pungkas Danny Pomanto.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
