Masuk

Demi Skenario Pelecehan Seksual, Putri Candrawathi Diduga Sengaja Berpakaian Seksi di Depan Brigadir J

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Dalam pembacaan tuntutan dengan salah satu terdakwa dari kasus pembunuhan Brigadir J alias Brigadir Yoshua, Bripka Ricky Rizal, Jaksa Penuntut Umum (JPU) turut membeberkan hasil analisa terkait tuduhan pelecehan seksual Putri Candrawathi.

Berdasarkan hasil analisa jaksa, Putri Candrawathi dianggap secara sengaja berpakaian seksi di depan Brigadir J demi memuluskan skenario tuduhan pelecehan seksual.

Jaksa menjelaskan bahwa terdapat perbedaan pakaian yang digunakan oleh Putri Candrawathi ketika tiba di rumahnya yang berlokasi di Jl Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Baca Juga: CCTV dan Tidak Berani Bersumpah Jadi Bukti Kuat Kasus Pelecehan Seksual di Mekkah

Ketika Putri Candrawathi baru saja tiba, ia mengenakan bawahan celana legging serta atasan sweater berwarna coklat.

Diketahui bahwa alasan istri Ferdy Sambo ini untuk menetap di rumahnya di Jl Duren Tiga, Jakarta Selatan karena ingin melakukan isolasi mandiri.

Namun demikian, jaksa berpendapat pada saat Putri Candrawathi berada di dalam rumah, ia langsung berpakaian seksi dengan sengaja agar cerita pelecehan seksual dan polisi tembak polisi berjalan lancar.

Baca Juga: Warga Sulsel Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Masjidil Haram, Disiksa Agar Mengaku

“Untuk menjalankan skenario saksi Putri seolah akan dilecehkan atau diperkosa korban sehingga terjadi tembak menembak antara korban dengan saksi Richard, yang sebelumnya saat datang menggunakan baju sweater coklat dan celana legging hitam panjang lalu sesudah berada di dalam rumah sengaja dikondisikan berpenampilan seksi,” ujar jaksa, Selasa 17 Januari 2022.

“Dengan berganti pakaian lebih seksi dengan baju model blus kemeja warna hijau garis-garis hitam dan celana pendek warna hijau garis-garis hitam sehingga seolah penyebab korban niat melecehkan atau memperkosa saksi Putri,” lanjutnya.

Sebagai informasi, dalam kelanjutan sidang pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Kuat Ma’ruf, jaksa menegaskan bahwa pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi tidak pernah terjadi.

“Bahwa berdasarkan saksi Benny Ali dan Susanto Haris mengatakan bahwa saksi Putri Candrawathi adanya kekerasan seksual yang dialami di rumah Duren Tiga pada tanggal 8 Juli 2022 dan pada akhirnya diketahui bahwa tidak ada kekerasan seksual yang terjadi di Duren Tiga, pada tanggal 8 Juli 2022,” katanya.