Demokrasiana Institute: Menekan Angka Golput di Pilpres Tanggung Jawab Paslon

demokrasiana institute
Koordinator Presidium Demokrasiana Institute, Zaenal Abidin Riam

Terkini.id, Makassar – Setiap kali dilaksanakan pemilihan presiden, golput selalu menjadi ancaman bagi suksesnya pemilihan, semakin tinggi jumlah masyarakat yang golput menandakan perhelatan Pilpres di kotak suara kurang sukses.

Menekan angka golput bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara Pemilu, pasangan Capres Cawapres juga memiliki tanggung jawab dalam menekan angka golput.

Jika pasangan Capres Cawapres mampu menerjemahkan programnya dengan benar-benar jelas ke publik, maka masyarakat juga akan memiliki ketertarikan lebih dalam memilih mereka.

“Bayangan akan banyaknya pemilih golput merupakan koreksi buat paslon Pilpres, jika berkaca pada kasus Pilpres sebelumnya, banyak pemilih golput karena mereka tidak paham agenda kerja Paslon sehingga mereka merasa tidak punya alasan untuk memilih siapapun,” jelas Zaenal Abidin Riam, Koordinator Presidium Demokrasiana Institute, lewat keterangan persnya kepada terkini.id, Minggu 27 Januari 2019.

Paslon perlu turun langsung ke masyarakat

Lanjutnya, simpatisan dan tim kampanye Paslon perlu lebih gencar turun langsung ke masyarakat.

“Menemui langsung masyarakat, berdialog dan menyampaikan langsung agenda kerja khususnya yang dinilai layak menarik simpati pemilih,” terangnya.

“Tim kampanye Paslon harus lebih intens lagi menemui warga, berupaya keras memahamkan rencana agenda kerja jagoan mereka, bila perlu door to door,” sambungnya.

Jadi, kata dia, tidak harus menunggu debat Pilpres digelar untuk memahamkan visi misi ke masyarakat, masa waktu kampanye yang tersisa harus digunakan semaksimal mungkin bagi para tim pemenangan kandidat.

“Bila Pilpresnya fair maka Paslon yang paling bisa menjelaskan agenda kerjanya dengan bahasa sederhana dan konkrit yang akan mendulang suara paling banyak,” tutup Zaenal.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

74 Tahun Indonesia, Merdeka dalam Penindasan

TANGGAL 17 Agustus 2019, bangsa Indonesia dari Sabang sampai Marauke memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 tahun.Berbagai macam bentuk kegiatanpun dilakukan dalam rangka
Opini

Memaknai Kemerdekaan Bukan Sekedar Simbolik

TUJUH belas Agustus merupakan momentum bersejarah sepanjang rentetan peristiwa, yang turut menghiasi dalam konsep Indonesia.Euforia kemerdekaan menggema dari berbagai penjuru mendengar teks proklamasi di
Opini

Aktivis Repotlusioner

SEJARAH gerakan mahasiswa secara heroik menggambarkan kecerdasan dan militansi perjuangan mahasiswa dalam menciptakan gerakan massa dengan tujuan memperbaiki kebobrokan tatanan yang ada di Indonesia.Bagi
Opini

Mengapa Pemadaman Listrik Begitu Lama?

DI mana-mana terjadi mati listrik. Di Amerika, Eropa apalagi Indonesia. Penyebabnya yang berbeda.Persoalannya: Seberapa sering.Seberapa luas.Seberapa lama.Ada kalanya sering mati lampu. Itu karena produksi
Opini

Mensegerakan Revisi PP No. 44 Tahun 2015

KEHADIRAN program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan terus memberikan manfaat bagi pekerja kita. Khusus untuk Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan
Opini

Aspal Buton sebagai Aspal Berongga

Buku hasil adaptasi dari disertasi penulis  yang diselesaikan pada program studi Teknik Sipil Universitas Hasanuddin pada tahun 2018 lalu.Buku ini menganalisis pengaruh penambahan bahan
Opini

Titanium Megawati

"Tulis dong soal pidato Bu Mega di Bali"."Tidak mau"."Menarik lho pak. Apalagi kalau DI's Way yang menulis"."Politik. Sensitif," balas saya."Soal Sengon 1 Triliun itu
Opini

Cara BUMN Tiongkok Berkembang

PADA tahun 2015, pemerintah China melakukan reformasi radikal terhadap BUMN. Dari total 117 BUMN, disusutkan menjadi 98 BUMN saja. Dampaknya bukan hanya pengurangan jumlah BUMN