Terkini.id, Jakarta- Pegiat media sosial Denny Siregar kembali lagi melontarkan sindiran pedas kepada Gubernur DKI Anies Baswedan terkait soal politik identitas.
Pernyataan sindiran pedas Denny Siregar kepada Gubernur DKI Anies Baswedan diungkapkan dalam unggahan akun Twitter pribadinya, sebagaimana dilihat pada Kamis 2 Juni 2022.
Denny Siregar menyindir dengan mengatakan bahwa ‘Bapak Politik Identitas‘ berada di DKI Jakarta.
“Bapak politik identitas itu ada di DKI (Jakarta),” tulis Denny.
Denny lantas menyebut saat ini yang dia sebut sebagai ‘Bapak Politik Identitas‘ tersebut akan melakukan ‘cuci tangan’ dengan bersih.
- Ormas Perakat Imbau Kandidat Pilgub Kaltim 2024 Tak Gunakan Isu Politik Identitas
- Soal Tuduhan Politik Identitas, Anies Baswedan: Gunakan Akal Sehat
- Anggap Jokowi Keliru, Rocky Gerung Sebut Politik Identitas Bukan Hal yang Buruk
- Disindir PBNU, Novel Bamukmin: Kami Bukan Orang Partai
- PBNU Kritik Politik ldentitas, PA 212: Padahal Mereka yang Bermain Politik
“Sekarang mau cuci tangan bersih-bersih,” ungkap Denny.
“Buzzer-buzzernya ramai sekali,” imbuhnya.
Lebih lanjut Denny meyakinkan kepada publik, apabila Gubernur Anies Baswedan mencalonkan jadi calon presiden, bukti-bukti Pemilihan Gubernur yang dianggap kotor akan ramai di media sosial/
“Percayalah. Seandainya dia nyapres nanti, bukti-bukti Pilgub DKI yang kotor itu akan ramai di medsos kembali,” ujarnya.
Menurutnya, Pilgub DKI Jakarta yang dianggap ‘kotor’ tersebut telah membuat luka mendalam. Bahkan dia menyebut, luka tersebut menyakiti kebhinekaan yang sudah lama ada.
“Luka itu membekas. Dalam. Menyakiti kebhinnekaan kita yg sudah lama ada,” pungkasnya.

Sebelumnya Denny juga telah melontarkan sindiran kepada Anies. Dia menyebutkan bahwa ingatan orang terhadap suatu kebaikan hanya memiliki jangka waktu yang pendek.
Sebab demikian, Denny menyindir lagi dengan mengatakan bahwa semegah apapun bangunan yang dibangun dan event atau gelaran sebesar apapun, orang akan cepat lupa.
“Mau bangun bangunan semegah apapun, mau bikin even sebesar apapun, orang akan cepat lupa. Ingatan orang akan kebaikan biasanya pendek,” sindir Denny.
Lebih lanjut, Denny menyatakan bahwa ada hal yang tidak akan dilupakan atau hilang, yakni luka dalam politik identitas.
“Tapi, luka dalam bahwa dia yang memulai politik identitas itu tidak akan pernah hilang,” ungkapnya.
Ingatan terkait luka dalam politik identitas, kata Denny, dapat menjaga kewarasan. Dia pun berharap peristiwa tersebut tidak akan pernah terulang kembali.
“Itu menjaga kewarasan kita, jangan pernah terulang,” pungkasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
