Desak Pecat Arteria Dahlan, Masyarakat Sunda: Kita Perjuangkan Sampai Dia Diganti!

Terkini.id, Jakarta – Kasus politikus PDIP Arteria Dahlan belum lama ini nampaknya berbuntut panjang. Hal ini terlihat dari desakan sekelompok warga yang mengaku sebagai Masyarakat Penutur Bahasa Sunda agar Arteria Dahlan dipecat.

Dengan tegas, Koordinator lapangan aksi unjuk rasa Andri Perkasa, menyebut tuntutannya tidak dapat ditawar.

“(Tuntutannya) pecat. Kita memperjuangkan sampai dia diganti,” kata Andri Perkasa sebagai keterangan.

Baca Juga: Kacau! Usai Bilang Pemikiran Jokowi Dangkal, Amien Rais Disemprot Oleh...

Para Massa aksi melakukan unjuk rasa dan menyuarakan aspirasinya di depan gedung DPR RI sejak pukul 11.00 WIB. Dan sempat membuat arus kendaraan tersendat di lokasi tersebut.

Massa aksi menuntut agar posisi yang dijabat Arteria segera dilakukan proses Pergantian Antar Waktu (PAW). Selain itu massa melaporkan Arteria ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Baca Juga: Ganjar Diminta Tunggu Arahan Megawati, Politikus PDIP: Jangan Kelihatan Kita...

“Mereka akan memproses sesuai dengan konstitusi dan ternyata sangat cepat bisa hanya tiga minggu selesai, apakah pernyataan keras, pelanggaran seperti, dan kami siap dipanggil MKD untuk memberi kesaksian,” lanjut Andri.

Andri juga menyesalkan sikap PDIP yang yang hanya memberikan peringatakan kepada Arteria, bukan pemecatan.

“Kita siap untuk membuktikan bahwa kita dalam hal ini, tidak memelintir bahwa yang kita persepsikan tentang kesalahan emosi dia dalam rapat kerja itu adalah sebuah kebenaran,” ujar Andri.

Baca Juga: Ganjar Diminta Tunggu Arahan Megawati, Politikus PDIP: Jangan Kelihatan Kita...

Tak hanya itu, beberapa aksi unjuk rasa juga dilakukan oleh beberapa ormas di daerah Karawang, Jawa Barat.

Dilansir Terkini.id via CNNIndonesia, Arteria meminta Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang menggunakan bahasa Sunda saat rapat agar segera dicopot dengan yang baru.

Hal tersebut dilontarkan Arteria saat rapat bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin di ruang rapat Komisi III DPR RI, Senayan Jakarta. Meskipun tidak spesifik menyebut siapa nama yang dimaksudnya. Tapi hal tersebut menyulut emosi masyarakat.

“Ada kritik sedikit Pak JA, ada Kajati yang dalam rapat dan dalam raker itu ngomong pakai bahasa Sunda, ganti Pak itu,” ujar Arteria, Senin 17 Januari 2022.

Bagikan