Terkini.id, Makassar – Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar Kasrudi menilai keputusan Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamalauddin mengganti dua pejabat eselon II, yakni Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Plt Kepala Dinas PU berbau politis.
“Kami melihat ada unsur politis karena biar bagaimanapun sebentar lagi Pilkada,” kata Kasrudi, Selasa, 1 September 2020.
Kasrudi beralasan bahwa penggantian 2 Plt tersebut terlalu terburu-buru. Selain itu, ia mempertanyakan dasar pemikiran Pj Wali Kota Rudy yang menyebut kinerja 2 Plt tersebut lemah.
“Apa dasarnya menyebut kinerjanya lemah, Saya melihat justru, seperti program Plt Dinas Pendidikan kemarin soal PPDB justru berhasil,” ungkapnya.
Selain itu, Legislator Fraksi Gerindra ini menyebut pihak yang menggantikan 2 Plt tersebut justru merangkap jabatan. Hal tersebut, kata dia, justru semakin kacau.
- Hasil Lab Ungkap Penyebab 28 Siswa Rumbia Jeneponto Sakit Usai Makan MBG
- Misteri Kasus MBG di Jeneponto Belum Terjawab, Hasil Uji Lab Tertutup, FRK Desak Dinkes Transparan
- Amran Sulaiman, Menteri yang Mematahkan Mitos
- Wali Kota Makassar Tegaskan Seleksi Imam Kelurahan Harus Transparan dan Berbasis Kompetensi
- Dorong UMKM untuk Naik Kelas, Kalla Institute Gandeng PT Tatanara
“Harusnya Pj Wali Kota Makassar hanya mengisi jabatan yang kosong, jangan mengganti. Ini kan menimbulkan pertanyaan besar di masyarakat,” ujarnya.
Terpisah, Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin mengatakan salah satu alasan melakukan pencopotan terhadap 2 Plt tersebut lantaran kinerjanya lemah.
Rudy mengatakan hendak menghadirkan layananan secepat mungkin di Kota Makassar. Namun, kata dia, tetap terukur dan profesional.
“Tetapi kalau ada perangkat-perangkat yang tidak mengikuti kecepatan kita. kita ingin tunjukkan, maka kita ganti,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
