Terkini.id, Makassar – Badan Anggaran DPRD Kota Makassar menyoroti tujuan program lorong wisata yang tak berfokus pada pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.
“Hanya fokus mempercantik itu lorong dengan memberikan CCTV tapi hampir semuanya tidak ada yang lebih bermanfaat (bagi UMKM),” tutur Anggota Banggar, Kasrudi, Selasa, 13 September 2022.
Menurutnya, perlu ada pembinaan masyarakat di lorong. Hanya dengan bengan begitu, pemberdayaan UMKM di lorong dapat terlaksana.
Ia pun berharap, pada APBD Perubahan nanti ada anggaran yang dikucurkan untuk memberikan pembinaan UMKM.
Selama ini, kata dia, anggaran untuk lorong wisata hanya sebatas pengecatan untuk mempercantik longwis.
- Ancaman El Nino Mengintai, Anggota DPRD Makassar Hj Umiyati Minta Direksi Definitif PDAM Segera Ditetapkan
- Reses Ketiga, Anggota DPRD Makassar Fasruddin Rusli Serap Aspirasi Warga Kecamatan Makassar
- Soroti Maraknya Kasus Begal, Wakil Ketua DPRD Makassar Eric Horas Desak Pemkot Beri Solusi Kongkrit
- Serap Aspirasi Warga Biringkanaya, Anggota DPRD Makassar Odhika Cakra Fokus Kawal Perbaikan Jalan
- Anggota DPRD Makassar Andi Odhika Cakra Serap Aspirasi Warga di Kecamatan Tamalanrea dan Biringkanaya
Pada ABPD Perubahan, kata dia, pihaknya juga menambah anggaran terkait pembinaan di lorong wisata, khususnya yang berkaitan dengan anak jalanan.
“Anak jalanan maupun segala macam lagi berkembang. Oleh karena itu pembinaan juga harus di kecamatan bukan hanya di SKPD,” tuturnya.
Ia pun kembali mengingatkan bahwa lorong wisata diprogramkan bukan hanya untuk mempercantik wilayah. Inti dari program tersebut, menurut Kasrudi, agar UMKM dapat tumbuh mulai dari lorong.
“Bagaimana UMKM itu bisa mandiri bukan hanya cantiknya,” ujar Kasrudi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
