Terkini.id, Makassar – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM).
Mengadakan Dialog Hukum dengan Menyusun Tema “Peran Mahasiswa dalam Pengawasan Pemilu Partisipatif Menyambut Kontestasi Politik 2024” di Leacture Theatre (LT) Fakultas Syariah dan Hukum UINAM, Senin, 12 Juni 2023.
Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Dr. Fadli.A.Natsir, dosen FSH, Dede Arwinsyah, Komisioner Bawaslu Kota Makassar,Sukrianto Kianto Ketua Netpid Sulsel.
Salah satu pemateri, Dede Arwinsyah mengatakan, urgensi pemilihan umum merupakan wajah dari prinsip daulat rakyat.
“Makna filosofis hal ini eksplisit dituangkan dalam Preambule UUD 1945 Alinea IV dimana pada esensinya menegaskan NKRI berkedaulatan rakyat dengan berdasar pada 5 (lima) sila dalam Pancasila. Dalam UUD 1945 Pasal 1 ayat 2 berbunyi Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar,” ujar Dede.
Sementara itu, Ketua Dema FSH, Zulfikar mengatakan,sebagai mahasiswa harusnya mampu mengambil peran yang sangat penting di dalam pengawan pemilu, melihat setuasi yang sering terjadi dlam masa pemilu sering terjadi money politik dan kita sudah sama-sama ketahui akibat dari money politik akan mengakibatkan pempinan yang koruptor.
“Mereka akan mencari pengganti uang mereka yang mereka berikan saat mau mencalonkan ini berakibat fatal bagai negara maka dalam situasi ini mahasiswa harusnya mengampil sikap dalam pengawasan pemilu agar kira hal-hal yang mengganjal dalam pemilu seperti money politik serta ketidakadilan yang terjadi itu bisa tidak terjadi lagi ke depannya,” jelasnya.
Lanjut Zulfikar mengatakan tentang harapannya terhadap pelaksanaan kegiatan dialog hukum ini.
“Harapan dengan adanya kegiatan ini mahasiswa mampu mengampil sikap dalam pengawan pemilu akan tetapi sikap yang memliki ideologi bukan sikap bodoh amat,” pungkasnya.
Salah satu peserta, Dastri Ulang mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, dialog hukum sangat bermanfaat karena tidak didapatkan dalam ruang perkuliahan.
“Luar biasa karena dari hal-hal atau promatika yang sebelumnya kita tidak ketahui tentang bagaimana sebenarnya orang-orang didalamnya bagaimana orang-orang main politik tentang demokrasi itu jadi acuan nya mahasiswa biasa memegang seperti ini memegang dibutuhkan perannya mahasiswa untuk menyikapi itu,” tutupnya.
Citizen Report: Natasya
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
