Terkini, Tana Toraja – Puluhan siswa SMP Negeri 1 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, dilarikan ke sejumlah rumah sakit setelah mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (3/9/2026).
Para siswa dilaporkan mengalami sejumlah keluhan, seperti mual, sakit perut, sakit kepala hingga muntah. Mereka kemudian dievakuasi dan mendapat perawatan di tiga rumah sakit di Makale.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 30 siswa dirawat di RSUD Lakipadada, 27 siswa di RS Sinar Kasih, dan 22 siswa mendapat perawatan di RS Fatimah. Jumlah tersebut mencapai sedikitnya 79 siswa.
Namun, jumlah tersebut masih dapat bertambah karena sejumlah siswa dengan keluhan serupa masih berdatangan ke rumah sakit.
Pantauan di RSUD Lakipadada menunjukkan aktivitas di ruang IGD cukup padat. Sejumlah siswa terlihat mendapatkan penanganan medis setelah mengalami gejala yang hampir sama.
- Sayembara Logo HUT ke-419 Makassar Dibuka, Peserta Wajib Punya Portofolio
- Perkuat Kesetaraan Kerja, Program Magang BRI Peduli Rangkul Talenta Disabilitas Sulsel
- Pertamina Pastikan Keandalan Pasokan Avtur di Bandara Sultan Hasanuddin
- Pemilihan Rektor UNM 2027--2031 Dimulai, Pendaftaran Bakal Calon Dibuka 21 September
- Korupsi Perizinan Pemkab Gowa Mengarah ke Inisial MB, Kantor GMTD Digeledah Polisi
Orangtua siswa juga mulai berdatangan ke rumah sakit untuk memastikan kondisi anak mereka.
Salah seorang siswa yang menjalani perawatan mengaku mengalami sakit perut dan mual. Ia juga mengatakan sempat mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan di sekolah sehari sebelumnya.
Menurutnya, makanan yang dikonsumsi berupa tempe, ayam, sayur dan tapai. Ia mengaku merasakan sesuatu yang berbeda dari makanan tersebut.
Siswa diketahui mengonsumsi tempe, ayam dan sayur dari MBG menu tersebut.
Bupati Tana Toraja Pastikan Penanganan
Bupati Tana Toraja dr. Zadrak Tombeg, Sp.A mengatakan pemerintah daerah telah mempersiapkan penanganan bagi para siswa yang mengalami keluhan tersebut.
Dalam keterangannya yang dikutip dari Kareba TV, Zadrak menyebut terdapat tiga rumah sakit yang menangani para siswa.
“Kita tentu mempersiapkan semua yang harus kita lakukan. Ada tiga rumah sakit di Tana Toraja yang merawat semua korban-korban keracunan, pengaruh makanan MBG,” kata Zadrak lewat tayangan video wawancara dengan wartawan.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah masih akan memastikan penyebab kejadian tersebut melalui pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku.
“Tapi kita akan lihat dulu, bekerja sesuai SOP yang ada untuk memastikan kejadian ini,” ujarnya.
Zadrak juga mengaku telah menyampaikan kepada pimpinan rumah sakit agar penanganan terhadap para siswa dilakukan sesuai prosedur.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti siswa mengalami gejala tersebut. Pemerintah dan pihak terkait masih perlu melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah keluhan para siswa benar-benar disebabkan oleh makanan MBG.
Jumlah siswa yang mengalami gejala juga masih dalam pendataan. Berdasarkan informasi sementara dari tiga rumah sakit, sedikitnya 79 siswa telah mendapat perawatan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
