Dinas Kesehatan Sulsel Tegaskan PDP Yang Meninggal Dianggap Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dr Muhammad Ichsan Mustari.

Terkini.id — Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Muhammad Ichsan Mustari menegaskan bahwa Pasien Dalam Pengawasan (PDP) jika meninggal dunia akan dianggap covid-19.

Sehingga penanganan jenazah pasien PDP akan memberlakukan protokoler covid-19.

“PDP yang meninggal dianggap covid. Itu sengaja diputuskan agar menghindari penularan, itu sudah menjadi pedoman kami,” kata Ichsan melalui video conference, Selasa 2 Juni 2020.

Ia mengakui bahwa sejauh ini hasil tes swab lambat keluar, mengingat banyaknya spesimen yang masuk di laboratorium.

Ia menambahkan, penanganan jenazah covid-19 sesuai dengan protokoler tidak boleh lebih dari 4 jam. Selain itu pihak keluarga dilarang bersentuhan dengan jenazah, hal itu demi mencegah penularan ke orang lain.

Menarik untuk Anda:

“Ini musim pandemi dimana protokoler covid harus dijalankan. Kita maunya tidak buruh-buruh memakamkan jenazah. Tapi ketentuannya harus dijalankan sesuai dengan prosedur prorokol Covid-19,” pungkasnya.

Berdasarkan update kasus Covid-19 di Sulsel, Selasa 2 Juni 2020, jumlah ODP sebanyak 1011 orang proses pemantauan dan 4503 orang selesai pemantauan.

Sedangkan PDP berjumlah 228 orang follow up, 1396 orang dinyatakan bebas covid-19 dan 163 orang meninggal.

Sementara positif, 911 orang, 638 orang sembuh dan 79 meninggal.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

CPNS Ditiadakan, Gubernur Sulsel Harapkan Ada Pengecualian Rekrutmen Guru

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Resmikan Balla Ewako di Maros

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar