Terkini.id, Makassar – Ketua Komisi D DPRD Makassar menyatakan dinas pendidikan kerap mendapat intervensi dari pihak yang mengatasnamakan pejabat.
Sebab itu, Wahab merekomendasikan segera menyingkirkan pihak yang bertindak semena-mena.
Kendati begitu, Wahab mengatakan saat ini belum bisa meminta klarifikasi ke dinas pendidikan lantaran masih sementara proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022.
Ia mengatakan untuk sementara proses penyelidikan dihentikan hingga PPDB rampung.
“Kita juga tidak bisa mengganggu Dinas Pendidikan, memanggil mereka karena PPDB sehingga kita tidak mau ada gangguan,” kata Wahab, Rabu, 30 Juni 2021.
- Anggota DPRD Makassar Irwan Hasan Dorong Warga Aktif Laporkan Kendala Layanan di Kecamatan Mariso
- DPRD Makassar Soroti Pentingnya Akta Kematian dalam Validitas Data Pemilih
- Wali Kota Makassar Sampaikan LKPJ 2025, Ekonomi Tumbuh 5,3 Persen
- Fraksi Gerindra DPRD Makassar Desak Pemkot Segera Tangani Masalah Sampah di TPA Antang
- Anggota DPRD Makassar Hj Umiyati Apresiasi Kinerja Setahun Appi-Aliyah, Capai 80,1 Persen
Saat ini pihaknya berfokus mengawal proses PPDB. Menurutnya, gangguan PPDB bisa memicu terjadinya kekacauan.
“Kita tidak mau memanggil, baik Disdik Makassar, dan kepala sekolah,” ungkapnya.
Selain itu, hasil rekomendasi Pansus soal dugaan pungli di Dinas Pendidikan Disdik Kota Makassar juga harus tertunda.
“Mohon maaf kepada seluruh masyarakat Kota Makassar, Insya Allah setelah PPDB ini berlangsung kita akan segera menyampaikan rekomendasi kami hasil temuan,” tutur Wahab.
Wahab mengatakan pihaknya telah mendapat informasi mengenai dugaan pungli.
“Mulai dari alur, modus, hingga oknum yang kerap memperjualbelikan tanda tangan,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
