Dinkes Makassar Belum Tetapkan KLB untuk Demam Berdarah

Kepala Dinkes Kota Makassar Naisyah Tun Azikin

Terkini.id, Makassar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) untuk penyakit demam berdarah dengue.

Kepala Dinkes Kota Makassar Naisyah Tun Azikin mengatakan meskipun penyakit DBD merebak perlu ada pertimbangan kriteria dalam menetapkannya sebagai KLB.

“Kalau di Makassar belum kita tetapkan sebagai KLB, karena ada beberapa kriteria jika status itu ditetapkan. Nah di makassar belum bisa KLB DBD,” kata Naisyah, Jumat, 25 Oktober 2019.

Menurut dia, salah satu kriteria menetapkan KLB DBD adalah dengan melihat luas wilayah yang terkena dampak dari penyakit DBD. Sementara kasus DBD di Kota Makassar tidak menyebar di semua wilayah namun hanya di beberapa titik.

“Selain itu kita juga harus melihat apakah peningkatan penyakit DBD bertambah dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Kalau di Makassar belum masuk kriteria itu jadi sampai saat ini kita belum menetapkan DBD berstatus KLB,” ungkapnya.

Naisyah mengaku hal terpenting dari status KLB adalah bagaimana cara melakukan penaggulangan, mengendalikan dan pencegahan dari penyakit DBD.

Ia pun mengklaim telah melakukan upaya dengan mengimbau kepada seluruh warga Kota Makassar untuk siapsiaga jika terjadi peningkatan kasus penyakit DBD.

“Kita imbau masyarakat untuk bergerak melakukan pemberatasan mulai dari sarang nyamuk dengan 3M plus,” pungkasnya.

Adapun yang dimaksud dengan 3M Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti:

  1. Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.
  2. Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk
  3. Menggunakan kelambu saat tidur
  4. Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk
  5. Menanam tanaman pengusir nyamuk,
  6. Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah
  7. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.

Komentar

Rekomendasi

Bantuan Terus Berdatangan di Posko Induk Covid-19 Makassar

Kabar Duka, Satu Pegawai Pemkot Makassar Meninggal Dunia Usai PDP Corona

Dekan FTI UMI Minta Pemkot Berdayakan Pelaku UMKM Produksi Masker

Lawan Corona, PMI Semprot Disinfektan Ribuan Lokasi di Makassar

PMI Makassar: Kerja Gugus Tugas Covid-19 Tak Ada Artinya Jika Warga Tetap Keluar Rumah

Dampak Covid-19, Dispar Makassar Perpanjang Penutupan Sementara Industri Pariwisata

PMI: Stok Darah di Makassar Hanya Cukup 7-8 Hari

Deng Ical: Stok Darah di Makassar Hanya Cukup 7-8 Hari

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar