Jokowi Pergi, Rusia Lanjutkan Serang Ukraina, Dino Patti Djalal: Pertanda Putin Tidak Mengindahkan Misi Perdamaian Jokowi

Terkini.id, Jakarta – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Dino Patti Djalal memberikan pendapatnya terkait misi perdamaian yang dilakukan oleh Jokowi.

Diketahui bahwa setelah Jokowi mengunjungi Ukraina, Rusia melancarkan serangan bertubi-tubi terhadap beberapa kota di Ukraina.

Melihat hal tersebut, Dino Patti Djalal berpendapat bahwa ini merupakan tanda Presiden Rusia, Vladimir Putin tidak peduli dengan misi perdamaian yang dibawa oleh Jokowi.

Baca Juga: Soal Janji Putin Investasi ke Indonesia, Dubes Ukraina: Sogokan

“Ini suatu pertanda Presiden Putin / Rusia sama sekali tidak mengindahkan misi perdamaian Presiden Jokowi ke Rusia. Melakukan bombardir thdp Ukraina pada saat Presiden Jokowi tiba di Moskow,” ujar Dino Patti Djalal, dikutip dari akun Twitter @dinopattidjalal, Jumat 1 Juli 2022.

Cuitan Mantan Duta Besar Indonesia Untuk Amerika Serikat Tentang Misi Perdamaian Jokowi ke Ukraina dan Rusia (screenshot dari Twitter @dinopattidjalal)

Sebagai informasi, pada Kamis 30 Juni 2022, sehari setelah Presiden Jokowi melakukan kunjungannya di Ukraina, Rusia menyerang beberapa daerah di negara tersebut.

Baca Juga: Viral Soal Tudingan Jokowi Bohong Atas Rusia-Ukraina, Faisal Assegaf Tuntut...

Wilayah yang diserang oleh Rusia adalah Lysychansk, Kharkiv, Kherson, hingga Mykolaiv. Pasukan militer Ukraina terus berjuang melawan serangan yang dilakukan secara terus menerus oleh Rusia.

Diperkirakan akibat serangan militer Rusia tersebut, Ukraina mengalami kerugian berupa suatu wilayah yang diambil alih serta hilangnya nyawa yang berperang melawan pasukan Rusia.

“Di wilayah Kherson selatan, pasukan Ukraina melawan balik dengan serangan artileri mereka sendiri,” kata Oleskiy Arestovych selaku Penasehat Presiden Ukraina, dikutip dari gelora.co, Jumat 1 Juli 2022.

Baca Juga: Viral Soal Tudingan Jokowi Bohong Atas Rusia-Ukraina, Faisal Assegaf Tuntut...

Rusia diketahui telah menguasai kota Severodonetsk. Setelah itu target Rusia selanjutnya adalah untuk menjadi penguasa di kota Lysychansk, Luhanks, Ukraina Timur.

Hingga saat ini militer Rusia masih terus berusaha untuk mengepung Lysychansk untuk mengambil alih wilayah Donbas, yang terdiri dari Provinsi Donetsk dan Luhansk.

Pemerintah Ukraina saat ini sedang berfokus untuk menyelamatkan 15.000 orang yang merupakan warga kota Lysychansk.

“Pertempuran terjadi sepanjang waktu. Rusia terus-menerus menyerang. Tidak ada kata menyerah,” ucap Serhiy Gaidai selaku Gubernur Regional.

Selain itu, Rusia juga melancarkan serangannya terhadap kilang minyak Lysychansk. Sehingga saat ini kilang minyak Lysychansk berada dibawah penguasaan Rusia.

Menurut keterangan dari Duta Besar Republik Rakyat Luhansk, bahwa seluruh jalanan menuju Lysychansk sudah berada di bawah kendali Rusia.

Serangan rudal dan penembakan juga terjadi di daerah Mykolaiv Selatan yang berbatasan dengan garis depan dan Laut Hitam.

Walikota kota Mykolaiv berujar sebuah rudal Rusia telah menewaskan sedikitnya lima orang dalam sebuah bangunan perumahan di wilayah tersebut.

Bagikan