Terkini.id, Jakarta – Salah satu stasiun televisi di Jerman menayangkan sebuah serial TV yang kisahnya sangat mirip dengan pandemi Covid-19. Padahal, serial berjudul Sloborn tersebut diproduksi pada 2019 lalu, sebelum Corona mewabah di seluruh dunia.
Serial Sloborn sudah diproduksi jauh hari sebelum Jerman menerapkan kebijakan lockdown akibat pandemi Covid-19.
Penulis sekaligus sutradara serial itu, Christian Alvart, mengaku sempat merinding karena peristiwa-peristiwa di dunia nyata saat ini sangat mirip dengan serial yang diproduksinya.
“Saya sampai gemetar mengingat apa yang sudah kami syuting pada tahun lalu,” kata Alvart seperti dilansir dari The Guardian lewat suaracom, Selasa, 28 Juli 2020.
Sloborn berkisah tentang kehancuran di sebuah pulau terpencil di Laut Utara akibat merebaknya virus flu burung yang berasal dari merpati dan pertama kali ditemukan di China bagian utara.
- RS Regional Mulai Dibangun di Malino, Gowa Siap Jadi Simpul Layanan Kesehatan Wilayah Selatan Sulsel
- Kalla Beton Suplai Ready Mix ke Proyek Stadion Sudiang Makassar, untuk Pekerjaan Area Struktur Bawah
- Beasiswa Kalla Gelombang Kedua 2026 Resmi Dibuka,
- Perumda Pasar Makassar Gelar Festival Kelapa Muda, Ratusan Kelapa Gratis Siap Dinikmati Pengunjung
- Ustadz Zaitun Rasmin Silaturahmi dengan Gubernur DKI, Siap Hadiri Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah
Saat virus itu pertama kali ditemukan, warga pulau terpencil di Laut Utara dalam plot cerita serial tersebut, sama sekali tidak pusing.
Namun, situasi sontak berubah saat sebuah perahu berisi jenazah sepasang warga Inggris terdampar di pulau tersebut.
Dalam adegan di serial Sloborn, warga pulau tersebut diceritakan menggunakan masker, diwajibkan melakukan penjarakan sosial, dan menjalani lockdown.
Dalam kisah serial itu juga dimunculkan berbagai teori konspirasi tentang virus tersebut.
Adapun serial yang tengah viral di Jerman tersebut nyaris gagal tayang karena beberapa petinggi di stasiun televisi setempat merasa risau dengan isi cerita Sloborn yang dinilai terlalu mirip dengan kenyataan.
Menurut Alvart, ia menyusun kisah itu karena merasa bahwa bencana selalu terjadi di tempat lain dan penasaran bagaimana jika kemalangan besar terjadi di depan mata.
“Saya berpikir kita selalu mendengar soal kehancuran di dunia melalui media, tetapi kita sendiri terus hidup normal,” ujarnya.
Proses pengambilan gambar Sloborn dilakukan di Pulau Nordeney, Jerman dan di Sopot, sebuah resort pinggir pantai Polandia, pada 2019 lalu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
