terkini.id-Makassar, SMK Kehutanan Negeri Makassar Kementerian LHK, melalui salah satu gerakan peduli lingkungan selain Program Adiwiyata menyelenggarakan Rapat persiapan pendirian Bank Sampah pada Jumat (12/03/21) bertempat di Ruang Rapat SMKKN Makassar Sulawesi Selatan.
Diketahui SMK kehutanan Negeri Makassar menuju Adiwiyata tingkat Nasional dan telah dirintis sejak 2018 dan memiliki siswa sebanyak 307 orang.
Mengingat salah satu komponen pendukung Sekolah Adiwiyata adalah pengolahan sampah melalui Bank Sampah.
Rapat pembahasan terkait pembentukan Bank Sampah dan tata caranya diikuti oleh Kepala Sekolah SMK Kehutanan Negeri Makassar Mukhammad Ari Hidayanto, S.Hut, Wakil Kepala Sekolah Drs.Ahmad Syihabi, Sapruddin S.Hut, M.Si Kasubbag TU SMKKN, ketua Dharma Wanita SMK Kehutanan Negeri Makassar, serta Pengurus Adiwiyata yang juga Direktur Bank Sampah Unit SMKKN Makassar Iskandar Hafiz sementara dari P3E SUMA dihadiri oleh Rina Triany Muchsin, S.E, MAP selaku Direktur Bank Sampah P3E SUMA KLHK bersama tim .
Pertemuan yang tetap menerapkan standar protokol kesehatan sekaligus dalam suasana memperingati Hari Peduli Sampah Nasional serta peringatan Hari Bhakti Rimbawan 2021 ini berlangsung di Jalan Perintis kemerdekaan KM 17,5 Makassar.
- Dihadiri Gubernur Sulsel, P3E SUMA KLHK Sukses Gelar Raker Ekoregion Sulawesi dan Maluku
- Pesan Menteri LHK saat Pelantikan Pejabat Administrator dan Pengawas: Kinerja Jangan hanya Sebatas Dokumen Pelaporan
- 'Ketika Kita Menjaga Alam maka Alam akan Menjaga Kita'
- Pentingnya Sektor Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Tonggak Keberlangsungan Kehidupan
- P3E SUMA-KLHK Gelar Rakernis Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan, Pengelolaan Sampah dan Limbah B3
Dalam paparannya, Kepala Sekolah SMKKN Makassar Mukhammad Ari Hidayanto, S.Hut mengungkapkan, Keinginan kita untuk menuju zero waste.
“Sehingga semua lulusan yang dihasilkan mempunyai passion dan perhatian kepada Lingkungan,” harap Kepsek Mukhammad Ari Hidayanto.
“Dengan visi menghasilkan tenaga kehutanan yang profesional , terampil dan mulia dan kedepannya sekolah ini diharapkan menjadi rule model percontohan bagi SMK yang lainnya,”tambahnya.
Beberapa hal pendukung diantaranya telah disiapkan tempat untuk gudang bank sampah, susunan pengurus hingga target anggota nasabah diantaranya lingkup Pegawai di SMK Kehutanan Negeri Makassar hingga siswa yang akan dikoordinir melalui OSIS,”ucap Kepala Sekolah SMK Kehutanan Negeri Makassar.
Sementara itu dalam penjelasannya Direktur Bank Sampah P3E SUMA menambahkan Bank Sampah itu ‘mengubah sesuatu yang sudah tidak berguna menjadi berharga dan bernilai’.
“Tujuan dibangunnya bank sampah sebenarnya tidak hanya bank sampah saja, melainkan juga sebuah strategi pengolahan sampah yang dimulai dari diri kita sendiri,”tambah Rina Triany.
Sampah itu bukan hanya proses administrasi, tetapi pengolahan dan penyimpanan, sehingga circular economy dapat berjalan sesuai dengan tema peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2021, ‘Sampah Bahan Baku Ekonomi di Masa Pandemi’.
Sejarah berdirinya bank sampah P3E SUMA sejak 2016 yang bertepatan pada HPSN yang berpusat di Makassar beberapa tahun silam.
Hal ini juga sejalan bersama program Ecooffice yang digalakkan oleh kepala Pusat P3E SUMA Dr.Ir.Darhamsyah, M.Si bersama jajarannya.
Untuk capaian penilaian Adiwiyata terdiri pada 90 persen (non fisik, SK, bukti dokumentasi) sementara 10 persen fisik dan memiliki 10 inovasi seperti pengomposan persemaian dll.
Ditempat yang sama Wakil Kepala Sekolah Drs.Ahmad Syihabi menambahkan, bahwa manajemen sampah adalah Masalah sampah.
‘Pengetahuan tidak hanya dibutuhkan tetapi Kemauan atau Budaya,”ujar pria yang dijuluki The Father Adiwiyata sekaligus Ketua Forum Fungsional (FORSI) LHK Sulawesi Selatan.
Hal senada juga diungkapkan Sapruddin S.Hut, M.Si Kepala Sub BagianTata Usaha SMK Kehutanan Negeri Makassar, Mengelola sampah tidaklah mudah, dimulai dari lingkungan terdekat yakni diri kita sendiri dan keluarga kita.
Menyangkut sampah sangat berhubungan dengan keinginan dan konsistensi yang kuat.
Masukan dari P3E SUMA dibutuhkan dalam kemajuan Adiwiyata ini melalui bank sampah.
Bagaimana sampah menjadi penambah nilai ekonomi dari sampah.
Untuk lokasi SMK Kehutanan Negeri Makassar diusulkan untuk mengadakan tempat sampah terpilah, selain keunggulan pada SMK Kehutanan yakni sudah tersedia sampah dan perumahan pegawai.
“Selain kantor bersih juga mendapatkan nilai tambah dengan makin terjaganya Lingkungan,”kunci Kasubbag Tata Usaha SMK Kehutanan Negeri Makassar Saprudin.
Iskandar Hafid, S.Hut., M.Hut yang diamanahkan sebagai Direktur Bank Sampah Unit SMK kehutanan Negeri Makassar merespon positif pada pembentukan Bank Sampah Unit SMKKN Makassar ini.
“Langkah langkah penyampaian terkait manajemen sampah kepada warga kompleks Rumah dinas SMK Kehutanan Makassar. Sehingga kedepannya pengolahan sampah semakin terarah dan maju,”harapnya.
Ketua Dharma Wanita SMK Kehutanan Vitriani Ari Hidayanto juga berkomitmen pada masalah sampah dengan mendukung langkah positif ini.
“Sejak jadi anggota bank sampah di tempat sebelumnya, budaya malu semakin tinggi jika membuang sampah sembarangan,”tegasnya.
“Dharma Wanita SMK Kehutanan Negeri Makassar akan mendukung penuh,”pungkas Vitriani Ari Hidayanto, Ketua Dharma Wanita SMK Kehutanan Negeri Makassar diakhir sesi pertemuan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
