P3E SUMA KLHK bersama Komunitas Media Jurnalistik Peduli Lingkungan di Bumi Tipalayo

P3E SUMA KLHK bersama Komunitas Media Jurnalistik Peduli Lingkungan di Bumi Tipalayo

Ismi Hehamahua
Redaksi

Tim Redaksi

terkini.id-Kabupaten Polman, Ditemani deburan ombak pesisir Pantai Mampie, Kegiatan Jurnalistik Lingkungan dan Konservasi dalam era digital berlangsung di Kabupaten Polman pada Jumat 09/07/2021.

Tempat yang dihelat ini juga merupakan Areal Wisata Konservasi Gesit Penyu.

Nampak hadir para penggiat Jurnalistik diantaranya SulbarPos, Polman TV ,Diskominfo Polman, Radar Sulbar, SulbarNews, Radio Mario FM dan para penggiat media lainnya serta Komunitas Pencinta Lingkungan di Provinsi Sulawesi Barat.

Kegiatan ini juga menerapkan  standar protokol kesehatan dalam pelaksanaannya.

Dalam sambutannya Kadis LH Kab.Polman , Ir.Hj. Rachmin , M.Si  sangat mengapresiasi kegiatan Pertemuan Komunitas Jurnalistik  Lingkungan dan Konservasi di era digital. 

P3E SUMA KLHK bersama Komunitas Media Jurnalistik Peduli Lingkungan di Bumi Tipalayo
Baca Juga

“Terimakasih juga atas arahan dan dukungan dari Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi Maluku bersama jajarannya,”imbuh Kadis LH Kab. Polman.

Sementara itu sesi dilanjutkan dengan paparan sambutan Kapus P3E SUMA-KLHK, Dr.Ir.Darhamsyah, M.Si.

P3E SUMA KLHK bersama Komunitas Media Jurnalistik Peduli Lingkungan di Bumi Tipalayo

Dalam sambutannya yang menitik beratkan era perubahan yang kian cepat.

“Kita hidup diera dengan berbagai dinamika  serta tentunya bertujuan pada capaian kinerja yang baik dan bermanfaat,”ujar Dr.Darhamsyah.

“KLHK tetap berupaya demi kepentingan Masyarakat,”pesannya.

“Selamat datang kepada teman teman sahabat jurnalis di Provinsi Sulawesi Barat umumnya, dan Kabupaten Polewali Mandar pada khususnya,”sambutnya.

“Kami berharap untuk tetap intens mengangkat berita berita di  Bumi Tipalayo, Sulbar ini tentang lingkungan dan kehutanan dan memberi ruang dalam memberitakan bersanding dengan berita-berita lainnya,”harapnya.

“Untuk pemberitaan konservasi digital bisa mengambil kekuatan gambar yang kuat,” ujarnya lagi.

“Sebab lewat gambar yang berbicara , pesan yang disampaikan akan kuat dan  pesannya akan tertanam ke publik,”tambahnya.

“Bagaimana memprogramkan bahasa-bahasa untuk pikiran,”ungkap Kepala Pusat P3E SUMA-KLHK dihadapan peserta.

Dikatakannya, mari kelola emosi yang intensif.

“Tulisan Menuju pikiran bawah sadar, subconsius mind.
Bagiamana bermain pada pikiran bawah sadar,”imbuhnya lagi.

Menurutnya, Subconscious Mind adalah pemegang kendali dari memori yang tersimpan.

Sedangkan Unconscious Mind adalah gudang memori semua memori yang ada atau yang sudah dilewati, walaupun memori tersebut mungkin sudah terkubur dan terlupakan.

Ada metode ( VAK) Visual ( Dengan cara melihat)  Auditori ( Dengan cara mendengar) , Kinestetik ( dengan bergerak, bekerja dan menyentuh),”jelas Kapus P3E SUMA.

Diantaranya, terlibat sebagai bagian dari kelompok, menarik audiens untuk mengambil bagian sesuatu dan orang akan terlibat.

Tetap memberitakan secara continue atau  sesuatu yang berulang ulang akan memprogram pikiran bawah sadar kita.

“Melibatkan figure otoritas,  tidak harus pejabat resmi, bisa jadi kelompok masyarakat, ketua komunitas dll,”tandas Dr.Darhamsyah yang juga seorang seorang Life Profesional Coach.

Sementara itu pada sesi sambutan oleh Hikmah ST, M.Si, Sekertaris Dinas LH Polman.

Kami berharap berita sorotan lingkungan makin intens.

Menjawab pertanyaan publik mengapa ada kampung iklim, mengapa kita tidak boleh membakar sampah , sampah laut, konservasi penyu ,dll.

“Untuk itulah perlunya literasi dan kerja bersama dengan penggiat jurnalisme, agar makin intens terhadap lingkungan kita sendiri,”imbuh Sekertaris Dinas LH, Kab Polman.

Kedepannya, perlunya pertemuan jurnalis internal , adanya  media center di Kabupaten Polman ini  serta sinergitas  makin solid antara media dan pihak pemerintah.

“Bagaimana berdiskusi dan membangun opini agar informasi yang berkembang tidak keliru sehingga bisa menimbulkan berita Hoaks,”pungkasnya.

Dilanjutkan oleh Achmad Yusran, sosok aktivis lingkungan dari Forum Komunitas Hijau, juga seorang penggiat jurnalisme.

P3E SUMA KLHK bersama Komunitas Media Jurnalistik Peduli Lingkungan di Bumi Tipalayo

Menurutnya segala sesuatu yang dilihat, itu adalah fakta

“Opini itu bukan karya jurnalistik tetapi bagian dari pendapat pribadi, literasi dan komunikasi itu berbeda,”ujarAchmad Yusran.

“Peran pentingnya komunikasi dan  informasi. Satu hal lagi, Karya jurnalistik tidak pernah lepas dari gambar,”ucap Yusran.

“Kerja bersama bisa namun jangan kerja sama,”pesannya.

Bagaimana kita berprilaku ramah terhadap lingkungan, berlaku arif dan adil terhadap semesta.

Peran jurnalistik tidak bisa terlepas dari kaidah, etika dan estetika.

Disinilah dituntut kreativitas para jurnalis , membidik  sudut berita atau angel.

“Mari kita mencari solusi, jangan cuma rencana,”pesan Bang Yus, sapaan akrabnya.

Ia juga  menambahkan, contohnya TPA berapa jumlah jiwa suatu kota atau kabupaten, berapa luasan dan beban yang bisa diterima di TPA dan melalui metode apa.

“Jurnalis juga mampu berkarya bukan hanya lewat tulisan, tetapi bisa juga lewat hal-hal lainnya untuk lingkungan,”pesannya diakhir sesi.

Dilanjutkan dengan paparan Yusri Mampie dari Komunitas Sahabat Penyu.

P3E SUMA KLHK bersama Komunitas Media Jurnalistik Peduli Lingkungan di Bumi Tipalayo

“Kisah awal mula, sejak dahulu tergabung di salah satu media, Seiring berjalannya waktu menyisihkan pendapatan untuk konservasi penyu,”kenangnya.

“Seiring berjalan, tentunya peranan media tak lepas dari perjalanan Komunitas Sahabat Penyu ini,”ungkapnya.

P3E SUMA KLHK bersama Komunitas Media Jurnalistik Peduli Lingkungan di Bumi Tipalayo

Disini juga  kami mencari pihak lain untuk menjadi bapak angkat konservasi pada tukik/ bayi penyu.

“Juga menggalakkan wisata edukasi penyu,”tambah Yusri Mampie.

Kita tidak menggunakan program tukik yang dibayar per ekor kemudian dilepas.

“Jangan sampai menjadi bisnis yang berkedok konservasi,”ujarnya.

“Kita harus merubah mindset, Jangan lagi begitu menjadi sorotan baru intens,”pesannya di akhir sesi pertemuan bersama komunitas jurnalistik Bumi Tipalayo, Kabupaten Polman Sulawesi Barat.

P3E SUMA KLHK bersama Komunitas Media Jurnalistik Peduli Lingkungan di Bumi Tipalayo

Disela sela kegiatan ini juga dilaksanakan pelepasliaran bayi penyu (tukik) ke lautan oleh sahabat penyu bersama panitia KLHK dan para  peserta 

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.