Disdukcapil Jeneponto Sosialisasi Pelaksanaan Permendagri Nomor 109 Tahun 2019

Disdukcapil Jeneponto Sosialisasi Pelaksanaan Permendagri Nomor 109 Tahun 2019

Terkini.id, Jeneponto – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jeneponto menggelar sosialisasi pelaksanaan Permendagri Nomor 109 Tahun 2019 Tentang Formulir dan Buku yang digunakan untuk penertiban dokumen administrasi kependudukan tahun 2020.

Sosialisasi yang dihadiri, Kepala Bidang Pendaftaran Kependudukan Disdukcapil Jeneponto, Hj. Isnawati, Perwakilan Dinas Sosial dan sejumlah Kepala Desa dan jajarannya berlangsung di Hotel Valentine, jalan Pahlawan, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sabtu, 8 Agustus 2020.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19 dengan wajib memakai masker, cuci tangan dan pengukuran suhu tubuh.

Dalam sosialisasi itu, Kepala Bidang Pendaftaran Kependudukan Disdukcapil Jeneponto, Hj. Isnawati mengatakan, sosialilsasi itu dilaksanakan terkait kebijakan keluarnya Permendagri nomor 109 tahun 2019 tentang formulir dan buku yang digunakan dalam administrasi kependudukan yang didalamnya mengatur terkait pergantian kertas pada sejumlah dokumen kependudukan.

“Sesuai Permendagri nomor 109 tahun 2019, semua kertas dokumen kependudukan diganti dengan menggunakan kertas HVS ukuran A4 80 gram, terkecuali KTP dan Kartu Identitas Anak (KIA),” jelas Hj Isnawati.

Menarik untuk Anda:

Lebih lanjut, Hj Isnawati menjelaskan, sehubungan dengan dikeluarkannya Permendagri nomor 109 tahun 2019, sejak 1 Juli 2020 penerbitan dokumen kependudukan kecuali KTP-el dan KIA seluruhnya menggunakan kertas HVS ukuran A4 80 gram.

“Jadi per tanggal 1 Juli 2020, kita tidak lagi menggunakan blangko security KK dan Akte Kelahiran, ini berlaku secara nasional, hal itu harus kami sosialisasikan kemasyarakat, supaya mereka tahu adanya pergantian data dokumen yang sebelumnya blangko security dan beralih ke kertas kertas HVS ukuran A4 80 gram,” ungkapnya.

Pergantian kertas dokumen kependudukan, menurut Hj Isnawati, dapat lebih memudahkan masyarakat, karena KK dan Akte kelahiran anak bisa di cetak di mana saja.

“Kita di Capil tinggal melakukan pengiputan data dokumen KK dan akte kelahiran mereka, kemudian kita kirim ke pemohon dalam bentuk PDF melalui online dan pemohon bisa print out di mana saja,” jelas Isnawati.

Selain itu, Kabid pendaftaran kependudukan Disdukcapil juga menyampaikan, kepada peserta sosialisasi bahwa berdasarkan Permendagri nomor 104 tahun 2019 tentang, pendokumetasian administrasi kependudukan, dokumen kependudukan dengan format digital sudah ditandatangani secara elektronik (TTE) dan KTP-el tidak memerlukan pelayanan legalilisir atau pengesahan.

“Di pasal 19 ayat 6 Permendagri nomor 104 2019, maksudnya jika dokumen kependudukan sudah TTE dengan menggunakan barcode, itu tidak perlu lagi dilegalisir, karena di sana sudah ada bercodenya,” tutup Hj Isnawati.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

World Cleanup Day, Pemkab Jeneponto Dilaksanakan di Tujuh Kecamatan

Wakil Bupati Sebut Akuntabilitas Pemkab Jeneponto Berada Pada 50,26 Persen

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar