Disnaker Ragukan Data BPS Soal Angka Pengangguran di Makassar

Terkini.id, Makassar – Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar Andi Irwan Bangsawan meragukan kesahihan data Badan Pusat Statistik (BPS) ihwal angka pengangguran di Kota Makassar.

Irwan mengatakan, BPS menetapkan seseorang disebut bekerja bila melakukan pekerjaan secara rutin selama 5 jam. Sehingga, kata dia, mereka yang bekerja di bidang startup seperti transportasi online belum masuk dalam pendataan BPS.

“Karena parameternya dilakukan secara internasional jadi itu (startup) belum dimasukkan. Jadi pantas banyak pengangguran di Kota Makassar,” kata Andi Irwan saat ditemui di Shox Coffee, Jalan Singa, Makassar, Kamis, 28 November 2019.

Ia pun meminta BPS untuk memasukkan pekerja startup seperti Gojek, Grab dan pekerja online yang hanya mengandalkan laptop dalam bekerja.

Mungkin Anda menyukai ini:

Selain itu, Irwan mengatakan orang yang bekerja sendiri dan tak melaporkan dirinya bahwa sudah bekerja juga tak masuk dalam pendataan BPS.

Baca Juga: Soal Pelaksanaan PSBB, BPS: Sebagian Masyarakat Paham dan Patuh

“Itulah yang menjadi persoalan BPS, bukan persoalan Disnaker ya,” kata dia.

Untuk itu, kata Irwan, dalam bekerja pihaknya tak berburu data tetapi memastikan di lapangan.

Diketahui, data BPS menyebutkan tingkat pengangguran di Kota Makassar hingga Agustus 2019 sebanyak 10,39 persen. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada bulan yang sama yakni 12,9 persen. Terjadi penurunan pengangguran sebesar 1,80 persen.

Baca Juga: Darurat PHK di Tengah Krisis, Disnaker Makassar Sosialisasi Kartu Pra...

Selain itu, BPS juga mencatat tingkat partisipasi angkatan kerja pada Agustus 2018 adalah 59,49 persen, sementara pada tahun 2019 sebanyak 57,77 persen. Terjadi perubahan 1,72 persen.

Bagikan