Distaru Makassar Akui Peliknya Penertiban Gudang Dalam Kota

Terkini.id, Makassar – Sekretaris Dinas Tata Ruang Kota Makassar Fuad Azis mengakui peliknya penertiban gudang dalam kota. Perizinan, kata dia, merupakan salah satu penyebabnya.

Ia mengatakan penertiban gudang harus sejalan dengan penangguhan perpanjangan izin agar bisa lebih efektif.

“Izin mereka perlu ditangguhkan, itu tidak boleh lagi diperpanjang. Ini yang ada sisa-sisanya dan mereka kantongi izin. Ada yang izinnya sampai 2022. Jadi kalau habis (izin) kita sudah tidak perpanjang lagi,” kata Fuad, Senin, 18 Oktober 2021.

Baca Juga: Selama Ramadan, Disdag Makassar Beri Sinyal Pedagang Musiman Berjualan di...

Menurutnya, persoalan gudang dalam kota sudah cukup mengganggu. Hal ini ditengarai menjadi akar masalah lalu lintas di Kota Makassar.

Aktifitas bongkar muat kerap membuat macet. Selain itu, aktifitas gudang melibatkan truk-truk jelajah yang sangat membahayakan pengendara.

Baca Juga: Harga Bahan Pokok di Makassar Merangkak Naik Jauh Sebelum Jelang...

“Truk-truk itu masuk ke jalan-jalan besar dan lorong kecil sehingga sangat mengganggu pengendara. Sudah banyak kasus itu,” ucapnya.

Ia mengatakan aktifitas truk yang intens juga kerap merusak jalan dalam kota lantaran bobot truk yang sangat berat. Ia mengatakan hal ini sudah harus ditindaki serius.

Fuad mengatakan pihaknya berencana akan memperbanyak kawasan pergudanganh. Hal ini guna mengakomodir pertumbuhan pergudangan Kota Makassar yang terus meningkat.

Baca Juga: Harga Bahan Pokok di Makassar Merangkak Naik Jauh Sebelum Jelang...

“Sekarang Perdanya lagi revisi di DPRD, kita tidak akan ganggu gugat (pergudangan) malah kita ada rencana mau tambah, mau perbanyak lagi kawasan pergudangan di luar yang dua ini,” tuturnya.

Aktifitas gudang dalam kota di Makassar masih terpantau ramai. Hal ini banyak ditemukan, terutama daerah-daerah Kecamatan Tallo.

Hal ini kemudian melanggar Perwali No.93 Tahun 2005 tentang Pergudangan Dalam Kota, dan Perda No.4 Tahun 2015 tentang Rencana Detail Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Makassar tahun 2015-2034.

Bila berdasarkan regulasi, hanya ada dua kecamatan yang diperbolehkan, yaitu Biringkanayya dan Tamalanrea.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar Arlien Ariesta mengakui persoalan gudang dalam kota memerlukan solusi. 

Saat ini pihaknya masih melakukan perampungan pendataan gudang yang masih beroperasi di dalam kota.

“Kita bukan cuma asal mendata saja tetapi bagaimana kita bisa memberikan solusi. Memang ini gudang dalam kota adalah persoalan klasik,” tuturnya.

Dia juga menastikan akan menindaklanjuti persoalan tersebut. Hal ini, kata dia, memerlukan koordinasi antar SKPD.

“Kita juga akan lakukan pengendalian maupun penertiban dengan instasi atau satuan kerja terkait,” terangnya.

Bagikan