Terkini.id, Jakarta – Sejumlah nama muncul sebagai pesaing signifikan untuk posisi Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Pada 2020 Presiden Joko Widodo sempat menyebut kandidat Kepala Otorita IKN Nusantara, yakni eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, mantan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, mantan Menteri Risett dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, serta mantan Direktur Utama Wijaya Karya (WIKA) Tumiyana.
Saat ditanya soal apakah Ahok akan diajukan untuk menjadi calon kepala otorita IKN, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan semuanya dalam diskusi antara Jokowi dan Megawati.
“Semuanya dalam dialog antara Bapak Presiden Jokowi dengan Ibu Megawati, tetapi dari prespektif kriteria itu, PDI Perjuangan sudah menyampaikan karena besar harapan partai sejak zaman Bung Karno terkait dengan Ibu Kota Negara yang berada di pulau Kalimantan itu,” kata Hasto, dikutip dari Detikcom, Kamis, 27 Januari 2022.
Hasto mengatakan keputusan pemilhan Kepala IKN diserahkan kepada Jokowi.
- Anggota DPR RI Pertanyakan Manajemen Pertamina Pasca Kebakaran Kilang Minyak Dumai
- Surya Paloh Dukung Anies Sebagai Capres 2024, Chusnul Chotimah: Pantas Dikatain Kadrun, Pemikiran Sempit!
- Surya Paloh Heran: Dukung Ahok Saya Dibilang 'Penista Agama', Dukung Anies Dibilang ini Baru Jadi 'Kadrun'
- Kabar Warga Bogor dan Jakarta Keluhkan Kelangkaan Pertalite, Netizen Singgung Ahok dan Erick Thohir
- Sebut Hanya Buang Waktu Jika Laporkan Pengacara Brigadir J: BTP Tidak Jadi Buat Laporan Polisi
Meskipun, untuk mempin IKN, PDIP memiliki ‘jagoan’ tersendiri. Karena dinilai memiliki pengalaman mumpuni dalam memimpin suatu daerah, PDIP menilai Ahok dapat menjadi Kepala Otorita IKN.
“Tapi siapa yang akan diputuskan itu kami serahkan kepada Presiden Jokowi. Hanya saja, PDIP punya nama-nama calon yang memenuhi syarat untuk itu, termasuk Pak Basuki Tjahja Purnama, beliau juga punya kepemimpinan yang cukup baik, selama menjadi wakil ubernur dan gubernur di Jakarta,” kata Hasto.
Menurut Hasto, IKN Nusantara memerlukan pemimpin yang berani dan memahami kultur kebudayaan bangsa. Hasto juga mendengar ada banyak nama yang telah disaring dan dipertimbangkan oleh Joko Widodo.
“Sebagaimana yang tadi saya sampaikan, IKN memerlukan pemimpin yang berani yang visioner, tetapi memahami kultur kebudayaan bangsa, serta tata kota yang baik yang punya orientasi terhadap gambaran tentang posisi Indonesia di kepemimpinan antarbangsa,” tutur Hasto.
“Jadi saya mendengar ada banyak nama yang telah disaring dipertimbangkan oleh bapak presiden dan PDI Perjuangan yang menyakini siapa pun yang ditetapkan itu memenuhi kualifikasi yang diharapkan PDIP,” sambungnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
