Doa Nabi

Doa Nabi

HZ
Firdaus Muhammad
Hasbi Zainuddin

Tim Redaksi

DALAM ceramah ba’da shalat dhuhur di Mushalla Wisma Kalla Lt. 4 pada Rabu, 15 Mei 2019, tepat hari kesepuluh Ramadan 1440 H. bertepatan juga milad 77 H. Jusuf Kalla.

Dalam kesempatan itu, saya uraikan salah satu doa Rasulullah Saw. Nabi berdoa Ya Allah, perkaya aku dengan ilmu, hiasi aku dengan penyantun, dan muliakan aku dengan takwa, dan baguskanlah aku dengan kesejahteraan.

Doa yang ditulis Sayyid Ahmad Al-Hasyimiy dalam Kitab Mukhtarul Ahadis itu memuat empat hal.

Pertama, nabi minta kekayaan tapi bukan harta. Pada umumnya orang minta kekayaan itu berupa harta yang melimpah. Ternyata rasulullah mengajarkan kekayaan yang harus diminta kepada Allah adalah ilmu. Kenyataannya, seluruh orang yang kaya pada prinsipnya memiliki ilmu.

Adapun orang yang berilmu dan mengajarkan ilmunya, sekalipun secara materil tampak sederhana penghidupannya. Sesungguhnya dia kaya, memiliki modal sosial dengan jumlah murid yang menyebar di tengah-tengah masyarakat dengan memberi manfaat yang tak terukur.

Kedua, nabi juga meminta senantiasa dihiasi dengan jiwa penyantun, peduli dengan orang lain serta jiwa yang lapang. Pada kesempatan itu, saya mencontohkan sosok ulama yang cukup sabar dan tidak pernah marah.

Masing-masing Anregurutta KH. Daud Ismail yang usianya hampir seratus tahun. Ketika ditanya apa tipsnya, beliau jawab, jaga pola makan dan jangan marah. Demikianhalnya, Anregurutta Prof. KH. Ali Yafie usianya melebihi 90 tahun dan tetap sehat walafiat. Tipsnya sama, jangan marah selain selalu membaca Alquran dan konsumsi madu.

Ketiga, rasulullah selalu bermunajat agar senantiasa dimuliakan dengan ketaqwaan. Orang yang bertaqwa itu pasti mulia di sisi Allah juga di hadapan manusia.

Contoh orang yang tidak taqwa, semisal kuruptor. Ia menafikan kehadiran Allah yang tidak pernah tidur memantau perilakunya bahkan apa yang diniatkannya.

Tidak akan mencuri seorang pencuri selama ia memiliki iman. Seorang koruptor tidak akan korupsi selama ia memiliki taqwa, selalu menyadari bahwa hidupnya dipantau Allah.

Koruptor yang ditangkap KPK, tampak dihinakan di dunia, selain mendapat hukuman pengadilan juga hukum sosial dari masyarakat yang justru lebih berat.

Terakhir, nabi berdoa agar selalu dijaga (dibaguskan) agar selalu meraih kesejahteraan hidup, hidup yang cukup, sekalipun hidupnya nabi sangat sederhana, tetapi beliau selalu merasa lebih dari cukup.

Sejatinya doa nabi tersebut didawamkan agar diijabah Allah, terutama di bulan yang penuh berkah ini, Ramadan. Semoga !

Firdaus Muhammad

Pembina Pesantren An-Nahdlah, Dosen UIN Alauddin Makassar

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.