Ramadan Digital

Firdaus Muhammad. (terkini.id/hasbi) kolom firdaus muhammad
Firdaus Muhammad. (terkini.id/hasbi)

MARHABAN ya Ramadan, selamat datang bulan suci ramadan, bulan penuh rahmat, magfirah, dan pembebasan dari neraka. Kehadiran bulan suci Ramadan 1440 H tahun ini, menjadi titik balik umat Islam dalam memaknai puasa dan segenap kemuliaan Ramadan niscaya direngkuh.

Ramadan dengan segenap kemuliaannya, hadir dengan membuka pintu-pintu amal sebagai investasi akhirat melalui ibadah dengan pahala dilipatgandakan. Kehadiran bulan Ramadan menjadi ajang fastabiqul khaerat, berlomba-lomba dalam kebaikan.

Jalan kebaikan terbuka begitu lapang, baik dalam mengasah keshalehan individual semisal puasa, shalat tarwih, dan tadarus al-Qur’an, maupun ruas melakukan ibadah sosial seperti bersedekah, menyediakan buka puasa. Tidak terkecuali, menyantumi kaum dhuafa.

Semarak Ramadan kian terasa, sejak malam pertama tarwih hingga malam-malam berikutnya, bersahut-sahutan lantunan ayat-ayat al-Qur’an bergema, azan berkumandang hingga ceramah agama, kian melengkapai kesempurnaan amaliah Ramadan.

Di luar itu, kesemarakan Ramadan juga kian terasa melalui tayangan televisi yang menyajikan ragam acara yang lebih bernuansa religius.

Menarik untuk Anda:

Terlebih Ramadan kali ini menjadi Ramadan digital, setiap kita mengakses informasi ihwal agama dijejaki melalui media online, Ramadan kali ini berbeda nuansanya dengan sebelumnya. Tidak heran ketika di masjid tampak seseorang memegang handphone, nyatanya mereka bertadarus tapi bukan lagi membuka langsung Alquran.

Menyimak ceramah bukan lagi dibatasi hanya saat ustas ceramah menjelang tarwih atau seusai shalat shubuh, tapi mereka menyimak ceramah di youtube, begitulah wajah Ramadan digital itu.

Di bagian lain, sujud demi sujud penanda penghambaan di hadapan kebesaran Allah Swt, lidah yang selalu basah dengan alunan zikir. Setiap hamba senantiasa menciptakan suasana kebatinan yang lebih tenang.

Dengan mengingat Allah melalui zikir-zikir itu senantiasa menjadikan jiwa kian tenang. Betapa suasana tersebut sangat dirindukan.

Saban hari setiap orang berkubang dalam kesibukannya, sekat-sekat sosial kian menganga, lalu Ramadan hadir dengan membuka sekat-sekat tersebut disertai kesadaran untuk sejenak membasuh hati dengan zikir tadi.

Bukankah hati selama ini acapkali berkubang konflik akibat beda pilihan politik dalam pilpres atau caleg lalu, Ramadan hadir menyatukan. Rekonsiliasi dengan penuh maaf dan keramahan hati.  Wallahu a’lam.

Firdaus Muhammad adalah Dosen UIN Alauddin Makassar

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Pemimpin yang Berintegritas

Pulang Kampung di Saat Pilkada

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar