Jilbab

Firdaus Muhammad. (terkini.id/hasbi) kolom firdaus muhammad
Firdaus Muhammad. (terkini.id/hasbi)

PAGELARAN trend hijab dan wedding expo 2019 digelar di pelataran sebuah hotel berbintang di Makassar, 16 Mei 2019. Kegiatan tersebut sangat tepat digelar di bulan Ramadan dan diprediksi dibanjiri pemburu fashion pecinta jilbab yang trend.

Jilbab menjadi bagian life style kaum muslimah. Sejatinya jilbab menjadi kewajiban kaum hawa menutup aurat sesuai syariat. Jilbab menjadi identitas keagamaan, simbol religiusitas, bukan sekadar life style.

Sulit diingkari jilbab menjadi fashion modern. Kadang miris, demi mengejar gaya kadang hilang substansi. Berjilbab tapi “terciduk” menikmati makanan siap saji di mall saat bulan puasa.

Sekiranya karena halangan sehingga tidak puasa, etikanya tidak terang-terangan di depan umum sebab jilbab simbol wanita shalehah.

Jilbab merupakan pakaian muslimah untuk menutup aurat sesuai tuntunan agama. Fenomena perempuan berjilbab beberapa tahun belakangan cukup membanggakan sebagai refleksi keagamaan secara personal.

Kesadaran berjilbab dengan niatan menutup aurat menjadi keharusan dan meniscayakan konsistensi menjaganya, jilbab bukan sekadar life style tetapi karena semata niatan ibadah.

Tetapi sulit menghindari kesan jilbab bukan bagian life style. Dari ragam gaya dan bentuk jilbab yang mengikuti mode terbaru. Sungguh bukanlah tindakan yang salah selama niatan mempercantik diri semata karena meraih ridha Allah Swt dengan menutup aurat.

Kecuali jika untuk pamer diri yang mendatangkan takabbur atau fashion yang berlebihan, tentunya itu keliru bahkan dapat mendatangkan dosa jika jilbab memiliki niatan lain, selain ibadah dengan menutup aurat.

Sejatinya jilbab mencerminkan kesadaran beragama, namun kenyataannya, acapkali dinilai sebagai bentuk fashion yang trendy.

Berjilbab menjadi gaya berpakaian modern yang dengan rasa percaya diri tampil di ruang publik. Hal yang mengkhawatirkan sekiranya sebatas fashion belaka. Beragam model jilbab yang dikenakan muslimah menunjukkan dinamika bisnis jilbab menjadi bagian gaya hidup para hijabers.

Di ruang publik, acapkali ditemukan hijabers kurang mengindahkan kedisiplinan shalat lima waktu saat berada di mall. Sederhana saja, jumlah muslimah yang mengenakan jilbab dengan pengunjung mushalah di mall tidak sebanding.

Sekalipun kurang tepat menjadikan aspek itu sebagai ukuran utama, melainkan sebatas kalkulasi spekulatif. Kalangan remaja putri juga sebagian besarnya memilih berjilbab, namun ironis kala mengenakan jilbab lalu bercengrama dengan pacarnya di ruang terbuka.

Demikian halnya, dalam hajatan pesta, acapkali kita menemukan tampil dengan jilbab yang cukup ketat dengan tampilan yang memikat.

Nyatanya demi menjaga tampilan jilbab yang berbiaya tinggi dari salon ternama sehingga rela meninggalkan shalat untuk menjaga dandanan tidak luntur terkena air wudhu.

Kalau alasan meninggalkan shalat hanya untuk menjaga penampilan, terutama tatanan jilbab yang berbiaya tinggi dari salon tadi, sungguh sangat keliru.

Selain itu, berjilbab bukanlah mode atau sekadar gaya hidup, tetapi mengandung syiar dan martabat seorang muslimah yang taat beragama. Karenanya jilbab sejatinya dimaknai dengan penuh kesadaran sebagai resonansi kesadaran beragama sehingga perilaku dijaga, termasuk perkataan yang mencerminkan pribadi yang paripurna.

Firdaus Muhammad

Pembina Pesantren An-Nahdlah, Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi

UIN Alauddin Makassar

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

74 Tahun Indonesia, Merdeka dalam Penindasan

TANGGAL 17 Agustus 2019, bangsa Indonesia dari Sabang sampai Marauke memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 tahun.Berbagai macam bentuk kegiatanpun dilakukan dalam rangka
Opini

Memaknai Kemerdekaan Bukan Sekedar Simbolik

TUJUH belas Agustus merupakan momentum bersejarah sepanjang rentetan peristiwa, yang turut menghiasi dalam konsep Indonesia.Euforia kemerdekaan menggema dari berbagai penjuru mendengar teks proklamasi di
Opini

Aktivis Repotlusioner

SEJARAH gerakan mahasiswa secara heroik menggambarkan kecerdasan dan militansi perjuangan mahasiswa dalam menciptakan gerakan massa dengan tujuan memperbaiki kebobrokan tatanan yang ada di Indonesia.Bagi
Opini

Mengapa Pemadaman Listrik Begitu Lama?

DI mana-mana terjadi mati listrik. Di Amerika, Eropa apalagi Indonesia. Penyebabnya yang berbeda.Persoalannya: Seberapa sering.Seberapa luas.Seberapa lama.Ada kalanya sering mati lampu. Itu karena produksi
Opini

Mensegerakan Revisi PP No. 44 Tahun 2015

KEHADIRAN program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan terus memberikan manfaat bagi pekerja kita. Khusus untuk Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan
Opini

Aspal Buton sebagai Aspal Berongga

Buku hasil adaptasi dari disertasi penulis  yang diselesaikan pada program studi Teknik Sipil Universitas Hasanuddin pada tahun 2018 lalu.Buku ini menganalisis pengaruh penambahan bahan
Opini

Titanium Megawati

"Tulis dong soal pidato Bu Mega di Bali"."Tidak mau"."Menarik lho pak. Apalagi kalau DI's Way yang menulis"."Politik. Sensitif," balas saya."Soal Sengon 1 Triliun itu
Opini

Cara BUMN Tiongkok Berkembang

PADA tahun 2015, pemerintah China melakukan reformasi radikal terhadap BUMN. Dari total 117 BUMN, disusutkan menjadi 98 BUMN saja. Dampaknya bukan hanya pengurangan jumlah BUMN