Dokter Fadli Soroti Kesalahan Prosedur saat Pertolongan Pertama Pembalap Awhin Sanjaya

Dokter Fadli Soroti Kesalahan Prosedur saat Pertolongan Pertama Pembalap Awhin Sanjaya

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini, Makassar — Kecelakaan fatal yang menewaskan pembalap asal Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Awhin Sanjaya, saat mengikuti Grand Final Sumatera Cup Prix (SCP) 2025 di Zabaq National Circuit, Jambi, pada 14 Desember 2025, menjadi sorotan.

Awhin meninggal dunia setelah mengalami benturan keras di bagian kepala, disertai kondisi helm yang terlepas.

Dokter Fadli Ananda, yang juga dikenal sebagai atlet otomotif, menyikapi kecelakaan fatal tersebut dan mengungkapkan masih perlunya pelatihan-pelatihan pertolongan pertama, edukasi pemahaman bantuan hidup dasar (basic life support) oleh atlet maupun orang-orang terdekat di arena balap.

Menurut dia, edukasi seperti itu adalah hal yang sangat krusial.

Dalam kasus kecelakaan yang menimpa Awhin Sanjaya, terdapat sedikit kekeliruan dalam penanganan awal oleh orang-orang di sekitar korban.

Baca Juga

Akan tetapi Fadli menegaskan bahwa penyampaiannya tersebut bukan untuk menyalahkan siapa pun, melainkan sebagai bahan evaluasi agar kejadian serupa dapat ditangani dengan lebih baik di masa mendatang.

“Ada sedikit miss penanganan, khususnya pada proses pengangkatan korban. Seharusnya pengangkatan dilakukan dengan alat yang menjaga posisi kepala dan leher tetap lurus, untuk mencegah cedera leher atau collar neck,” jelasnya.

Fadli juga menyoroti pentingnya prinsip airway, breathing, dan circulation (ABC) dalam penanganan korban kecelakaan. Ia mengingatkan bahwa niat baik orang-orang yang langsung mengangkat korban tanpa pengetahuan medis bisa berpotensi memperburuk kondisi korban.

“Karena itu, pelatihan bantuan hidup dasar dalam olahraga sangat diperlukan, setidaknya sambil menunggu tim medis datang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fadli menekankan bahwa penanganan pertama yang keliru dapat berakibat fatal, terutama dalam olahraga berisiko tinggi seperti otomotif. Meski ia menyebut kesalahan penanganan bukan sebagai penyebab utama kematian Awhin Sanjaya, namun hal tersebut bisa diminimalkan jika prosedur keselamatan dipahami dengan baik.

“Ini bukan penyebab utama kematian, tapi kita sebenarnya bisa melakukan lebih baik lagi untuk mencegah risiko cedera leher dan komplikasi lain. Ketidaksiapan dalam penanganan awal di olahraga otomotif bisa meningkatkan risiko kematian,” katanya.

Sebagai atlet otomotif, Fadli berharap tragedi ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak, mulai dari penyelenggara, atlet, hingga orang-orang di sekitar lintasan, agar ke depan standar pertolongan pertama dan kesiapan medis di event olahraga semakin diperkuat.

“Sekali lagi, ini bukan untuk menyalahkan siapa pun, tapi agar ke depannya penanganan kecelakaan di event olahraga dilakukan dengan cara yang benar,” tutupnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.