Dokter Reisa Imbau Orang Tua Perhatikan Imunisasi Anak: Jangan Takut ke Posyandu

Dokter Reisa Imbau Orang Tua Perhatikan Imunisasi Anak: Jangan Takut ke Posyandu

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Selain imbauan mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker, Juru Bicara Satgas Covid-19, Dr Reisa Brotoasmoro mengungkapkan hal yang tak kalah pentingnya yakni imunisasi.

Pemerintah memang tengah menyiapkan program vaksinasi secara bertahap untuk melindungi masyarakat. Namun di sisi lain, masyarakat juga jangan sampai mengabaikan imunisasi lengkap untuk anaknya.

Dalam catatan sejarah dunia, kata Reisa, suksesnya vaksinasi berdampak terhadap hilang dan terkendalinya penyakit menular. 

Seperti cacar, BCG, TT, DPT, polio, measles, Hepatitis B, DPT/HB, DPT -HB-HIB, IPV dan HPV, PCV, JE dan Campak Rubella di Jawa dan luar Jawa. Keberhasilan ini menurut dia bukan hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai negara belahan dunia. 

“Yang pertama dan paling penting ialah imunisasi dasar lengkap. Ada sekitar 800 ribu anak-anak di Indonesia yang belum lengkap imunisasi dasarnya. Harus kita atasi, karena imunisasi dasar lengkap adalah hak anak-anak kita, kewajiban kita memastikan mereka mendapatkannya,” jelas Reisa. 

Baca Juga

Rincian jumlahnya, ia menyebut ada 836.993 anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Yang dimaksud imunisasi dasar lengkap ialah imunisasi Hepatitis B (HB-0) untuk bayi berusia kurang dari 24 jam. 

Imunisasi BCG dan Polio 1 untuk bayi usia 1 bulan. Lalu DPT-HB-HIB 1, Polio 2 dan Rotavirus untuk bayi usia 2 bulan. Imunisasi DPT-HB-HIB 2 dan Polio 3 untuk bayi usia 3 bulan, DPT-HB-HIB 3, Polio 4, IPV atau Polio Suntik dan Rotavirus untuk bayi usia 4 bulan. Serta imunisasi campak atau MR untuk bayi usia 9 bulan. 

Reisa menyadari di masa pandemi ini masih banyak orang tua yang takut membawa anaknya imunisasi ke rumah sakit atau Posyandu. Hal itu disebabkan banyaknya berita hoaks yang beredar di media sosial dan mempengaruhi masyarakat. 

“Kami tegaskan lagi bahwa Posyandu, Puskesmas, rumah sakit, klinik dan pos imunisasi lainnya telah diwajibkan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Dan tetap memberikan pelayanan selama masa pandemi,” saran Reisa. 

Imunisasi dasar lengkap pada anak  katanya bertujuan mencegah agar tidak terjadinya wabah penyakit lain. Dan ia mengingatkan jangan lupa untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat membawa anak ke pusat pelayanan imunisasi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.