Dorong UMKM Melek Literasi Keuangan, Diskop UKM Sulsel Gelar Pelatihan

Dinas Koperasi dan UKM Sulsel
Dorong UMKM Melek Literasi Keuangan, Diskop UKM Sulsel Gelar Pelatihan

Terkini.id, Makassar – Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Malik Faisal menyebut, masih banyak UMKM memiliki kelemahan dalam masalah keuangan, bukan hanya masalah permodalan yang selalu dikeluhkan, namun juga yang paling penting bagaimana mengelola keuangan atau melek keuangan.

Demikian kata Malik Faisal, saat workshop literasi keuangan kerjasama PLUT Sulsel, OJK regional 6 Sulampua dan Makassarpreneur, Rabu, 22 Mei 2019, di KUMKM Center Jalan AP Pettarani, Makassar.

Kegiatan pelatihan literasi keuangan ini diikuti sekitar 40 pelaku bisnis UMKM yang difasilitasi trainer Makassarpreneur, Rahmatia Nuhung dan Konsultan PLUT Sulsel, Bahrul Ulum.

Adapun narasumber dari OJK regional 6 Sulampua, Jones Sutanto Bubun, dari devisi edukasi dan perlindungan konsumen.

Dikatakannya, literasi keuangan atau financial literacy adalah proses atau aktivitas untuk meningkatkan pengetahuan, keyakinan, serta keterampilan konsumen dan masyarakat luas sehingga mereka mampu mengelola keuangan dengan baik.

“Literasi keuangan berarti pengetahuan atau kemampuan untuk mengelola keuangan,” ungkapnya.

Harapan PLUT Sulsel

Dalam pelatihan ini peserta belajar bersama bagaimana mengelola uang dengan cerdas, dalam hal mendapatkan uang, mengelola keuangan, menyimpan uang, dan bijak dalam menggunakan uang.

Konsultan PLUT Sulsel, Bahrul Ulum menyebutkan, salah satu kendala manajemen usaha bagi pelaku UMKM yakni masih belum memisahkan antara uang pribadi dengan uang usaha.

“Dengan melek finansial melalui pendampingan terhadap pelaku usaha mikro dan kecil kami berharap dapat meningkatkan skala usaha dan pendapatan pada pelaku UMKM,” katanya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Lutra

DPPKB Rakerda Program Pembangunan Keluarga di Lutra

Terkini.id,Lutra - Pemerintah Kabupaten Luwu Utara melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tentang program Kependudukan Keluarga Berencana dan