Dosen FKG Unhas Raih Predikat Spesialis Konsultan dalam Bidang Ortodonti

Terkini.id, Makassar – Sebanyak empat orang dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin dari Departemen Ortodonsi dikukuhkan sebagai Dokter Gigi Spesialis Ortodonti Konsultan.

Pengukuhan yang berlangsung di Jakarta pada Senin 1 April 2019 oleh Ketua Kolegium Dokter Gigi Ortodonti Indonesia, Dr. drg. Ida Bagus Narmada, Sp.Ort.(K).

Ke-4 dosen FKG Unhas tersebut adalah:

  1. Dr. drg. Eka Erwansyah, M.Kes, Sp.Ort(K)
  2. drg. Baharuddin M Ranggang, Sp.Ort(K)
  3. Dr. drg. Eddy H Habar, Sp.Ort(K) dan
  4. drg. Ardiansyah S Pawinru, Sp.Ort(K)

Mereka adalah bagian dari 16 orang dokter gigi dari seluruh Indonesia yang dikukuhkan pada saat bersamaan.

Pengukuhan ini dihadiri oleh Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), Dr. R.M. Sri Hananto Seno, drg., Sp. BM (K)., M.M dan Ketua Majelis Kolegium Dokter Gigi Indonesia (MKKGI) Prof. Dr. Chiquita Prahasanti Sulistiowati, drg., Sp., Perio (K).

Dalam sambutannya, masing-masing Ketua PB PDGI, Ketua MKKGI dan Ketua Kolegium kompak menitipkan pesan agar dengan dikukuhkannya 4 Spesialis Konsultan dari Unhas, maka sangat-sangat diharapkan Unhas dapat segera membuka Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Ortodonti.

Tentang Ortodonti

Ortodonti adalah bidang kedokteran gigi yang khusus mempelajari  tentang estetika posisi gigi, rahang, dan wajah.

Jadi, ortodontis akan fokus menangani bagaimana memperbaiki posisi gigi, dan memastikan rahangnya sejajar dengan benar agar tidak mengganggu struktur wajah.

Diakui saat ini terkadi kesenjangan antara Kawasan Timur Indonesia dan Kawasan Barat dalam hal layanan kesehatan Spesialistik Ortodonti.

Spesialis Ortodonti menumpuk di Kawasan Barat.

“Unhas adalah harapan kami terdepan di Timur untuk dapat menjadi motor penggerak bagi lahirnya Dokter Gigi Spesalis Ortodonti yg akan mengabdi di Kawasan Timur Indonesia,” demikian kata Ketua PB PDGI.

Data menunjukkan dari sekitar 700 spesilis ortodonti di Indonesia, hanya 25 orang yang bekerja dan mengabdi di 12 propinsi di Timur Indonesia, Sulawesi, Maluku, NTB, NTT, Papua. Selebihnya menumpuk di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Bali.

Salah seorang dosen FKG Unhas yang dikukuhkan, drg. Ardiansyah s. Pawinru, Sp.Ort.(K) menjelaskan proses yang dihadapi sebelum berhasil dikukuhkan sebagai konsultan.

“Tesnya terdiri dari dua tahap yaitu Uji Berkas dan Uji kasus. Pada tahap uji berkas, semua dokter gigi spesialis ortodonti yang merupakan dosen yang telah 5 tahun bergelar spesialis diundang untuk mengajukan diri diangkat sebagai spesialis konsultan,” papar drg. Ardiansyah.

Ardiansyah yang saat ini menjabat sebagai Ketua Masika ICMI Sulsel ini menjelaskan bahwa verifikasi berkas terdiri atas seminar, jumlah kasus yang dikerja, jurnal, pembimbingan skripsi/tesis dan pembimbingan kasus.

“Setelah lolos dari tahap pertama, kami selanjutnya melangkah ke tahap kedua yakni ujian kasus. Peserta diminta untuk menyiapkan tiga kasus yang lengkap dan telah sembuh.  Kasus ini kami presentasikan pada bulan Maret lalu di Jakarta,” ungkap drg. Ardiansyah.

Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Unhas, drg. Muhammad Ruslin, M.Kes, Ph.D., Sp.BM(K) menyatakan kesiapannya mengemban amanah tersebut.

Lembaga yang dipimpinnya akan mengambil langkah-langkah strategis untuk turut membantu pengembangan bidang ortodonti di Indonesia Timur.  Salah satunya adalah dengan terus mempersiapkan dosen-dosen FKG untuk pengukuhan spesialis konsultan.

“Dalam waktu dekat, ada dua dosen kami lagi yang tinggal menunggu pengukuhan spesialis konsultan, yaitu Prof.  Dr. drg. Muh Harun Achmad., M.Kes., Sp.KGA, dalam bidang Ilmu Kedokteran Gigi Anak, dan drg. Muh. Irfan Rasul, Sp.BM dan drg. Abul Fauzi., Sp.BM, dalam bidang Ilmu Bedah Mulut,” kata drg. Ruslin.

Dalam waktu dekat pula, FKG Unhas akan mengirim nama-nama dosen spesialis yang belum mengikuti pengukuhan dokter gigi speslias konsultan ke masing-masing kolegium dengan harapan agar sekiranya dapat memperoleh gelar konsultan pula terutama dosen pada bidang spesialis Ilmu Penyakit Mulut.

Berita Terkait
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
[tdcn-comments title="Komentar" post_id="146641" get="20" border="true" auto_load="true" order="ASC"]
Terkini