Terkini, Makassar – Gigi mempunyai peran penting pada tubuh manusia, kehilangan gigi dari mulut seseorang akan mengakibatkan perubahan-perubahan anatomis, fisiologis maupun fungsional.
Setiap individu idealnya akan mempertahankan gigi permanen alamiahnya sepanjang hidup. Tetapi pada kenyataannya gigi akan hilang karena dicabut dengan berbagai alasan.
Penyebab kehilangan gigi bisa karena trauma, karies yang luas dan juga penyakit periodontal.
Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018 mencatat proporsi masalah gigi dan mulut sebesar 57,6%.
Resiko kehilangan gigi semakin besar, sehingga kebutuhan akan pemakaian gigi tiruan pun menjadi semakin meningkat.
- Kenali Bagian Penting Honda Rebel 1100 agar Tetap Prima di Jalan
- Aki Motor Berperan Vital, Perlu Perawatan Rutin Agar Tetap Optimal
- MIWF 2026 Resmi Dibuka, Walikota Appi Tegaskan Komitmen Bangun Ruang Budaya di Makassar
- PMSM SulSel Dorong Transformasi Kepemimpinan lewat Coaching Culture di HR Meet and Talk 2026
- SERABI 2026 Jadi Ajang Grab Edukasi UMKM Perempuan Kelola Bisnis Anti Boncos
Pemakaian gigi tiruan memiliki tujuan untuk mencegah terjadinya gangguan fungsi akibat kehilangan gigi.

Gangguan pada fungsi fonetik dari kehilangan gigi juga merupakan masalah yang dapat mempengaruhi kehidupan seseorang.
Ruang yang ada karena kehilangan gigi, kadang-kadang ditutup oleh lidah, bibir atau pipi sehingga menyebabkan artikulasi sulit dan dapat menyebabkan peningkatan air liur.
Kehilangan gigi dan struktur pendukungnya mengubah mekanisme artikulasi utama dan menghasilkan efek yang terlihat pada pola berbicara.
Pada Umat Islam Untuk membaca Alquran dengan baik dan benar sesuai kaidah kaidah ilmu tajwid, maka diperlukan Latihan, pengajaran dan pembiasaan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
