Terkini.id, Jakarta – dr Tifauzia Tyassuma atau yang biasa dipanggil dr Tifa membuat cuitan tentang pendapatnya kalau dampak pandemi Covid-19 masih akan berlangsung sampai 7 tahun dari sekarang. Hal ini ia sampaikan lewat cuitannya di akun Twitternya @DokterTifa seperti terlihat hari Jumat, 8 April 2022.
Ia juga mengunggah gambar berita dari salah satu media yang memuat pendapatnya tersebut. Tak lupa ia menyinggung kalau semua ini butuh Presiden yang imannya, ilmunya, imunnya tinggi.
“Ini click bait sih. Yang sampaikan: “Dampak Pandemi berlangsung sampai 7 tahun dari sekarang.” tulis dr.Tifa
“Jadi, kita butuh PRESIDEN yang Imannya tinggi, Ilmunya tinggi, Imunnya tinggi. Imunnya tinggi, artinya orang yang sdh kebal, sdh selesai dengan dirinya sendiri. Kapan ya?,” sambungnya.

Dilansir dari Times Indonesia dengan judul ‘Pakar Epidemiologi Sebut Pandemi Covid-19 Masih Akan Berlangsung 7 Tahun Lagi’, Epidemiologi Klinis Tifauzia Tyassuma mengatakan, pandemi Covid-19 ini masih akan berlangsung 7 tahun lagi, dan masih akan terus bermunculan varian-varian baru, bahkan virus baru. Namun, karakter dari virus Covid-19 tersebut, semakin lama akan melemah.
- Kabar Ukraina Bantah Zelensky Titip Pesan ke Jokowi untuk Putin, dr. Tifa: Malu Gw Sumpah
- Heboh! Dokter Tifa Sebut Terjadi Depopulasi 8 Miliar Manusia: 7 Miliar Manusia Tidak Berguna, Eliminasi Saja
- Berita Sri Mulyani Kena Covid, dr Tifa: Katanya Sudah 2 Kali Vaksin dan 1 kali Booster
- Denny Siregar 'Sindir' dr Tifa: Apa-Apa Politik! Kentut Aja Ntar Dibilang Bagian dari Politik
- Dr.Tifa: Kalo Elon Musk Nemuin Orang Cuma Pake Kaos Oblong Artinya Bagi Dia Cuma Kelas Makelar
“Kondisi sekarang persis dengan kondisi 100 tahun lalu, ketika ada Flu Spanyol yang disebabkan virus H1N1. Kita akan menghadapi kondisi pandemi selama 10 tahun,” katanya dalam keterangan resminya dikutip Kamis, 7 April 2022.
Ia mengingatkan, dalam kurun 10 tahun ini, dunia akan menghadapi situasi yang sangat berbahaya, yakni kemungkinan terjadinya Perang Dunia III, meskipun pandemi sendiri akan berakhir dan karakter virus Covid-19 cenderung melemah.
“Perang Dunia I dan II itu terjadi setelah ada kasus Flu H1N1. Dan sama-sama kita tahui, bahwa Coronavirus ini berasal dari Laboratorium di Wuhan, China. Kita juga dikejutkan ditemukannya Laboratorium Biologi di Ukraina yang dikatakan juga memproduksi Covid-19. Artinya apa, dalam 10 tahun ke depan ini akan banyak virus dan kuman patogen yang dilepaskan,” ujarnya.
Ahli Ilmu Penyebaran Penyakit Ahlina Institute ini menegaskan, hampir semua negara di dunia memiliki Laboratorium Biologi.
Tidak hanya China atau Ukraina saja, tetapi Indonesia juga seperti Laboratorium Namru milik Angkatan Laut Amerika Serikat, yang akhirnya ditutup oleh mantan Menteri Kesehatan Siti Fadila Supari.
“Jadi untuk 10 tahun ini, kita tidak hanya menghadapi Coronavirus dan mutasi-mutasinya, tetapi juga kemungkinan virus baru atau kuman patogen lain yang mungkin akan dikeluarkan untuk meramaikan situasi,” katanya.
Virus baru atau kuman patogen tersebut, lanjut Tifauzia, akan menjadi senjata baru abad 21 yang dilepaskan oleh negara-negara yang memiliki keunggulan dalam bidang biologi. Tujuannya, untuk merusak tatanan dunia yang ada melalui Perang Dunia III agar terbentuk tatatan dunia baru.
“Jadi segenap komponen bangsa harus paham dengan persoalan yang fundamental ini. Sehingga perlu mengambil suatu tindakan multidemensi, sebab perang senjata virus dan kuman patogen akan menyebabkan kelaparan dimana-mana. Ini sangat berbahaya, apalagi Indonesia memiliki kepadatan penduduk,” ujarnya soal pandemi Covid-19.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
