Sulsel Zona Kuning, Plt Gubernur Sulsel Imbau Tetap Pentingkan Protokol Kesehatan

Terkini.id – Kondisi Covid-19 di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kian terkendali, semua kabupaten/kota di Sulsel kini masuk dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) atau zona kuning.

Padahal dua pekan sebelumnya, ada 6 kabupaten/kota di Sulsel masuk dalam PPKM Level 3 dan 18 Kabupaten/Kota lainnya masuk dalam PPKM Level 2.

“Alhamdulillah, saat ini seluruh dserah di Sulsel sudah PPKM Level 2 atau zona kuning. Semoga kita terus berupaya mempertahankan ataupun bisa berupaya agar masuk dalam level 1,” ungkap Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, di Makassar, Rabu 13 Oktober 2021.

Baca Juga: Plt Gubernur Langsung Perintahkan BPBD untuk Bantuan Logistik Untuk Korban...

Andi Sudirman Sulaiman mengungkapkan, capaian ini tidak terlepas dari sinergitas Pemerintah, TNI-Polri, pihak swasta lainnya serta masyarakat yang ikut aktif mendukung dalam upaya menekan angka penyebaran Covid-19.

Meski demikian namun ia mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan 5M yaitu, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan menjauhi kerumunan.

Baca Juga: Dewan Minta Pemkot Makassar Fokus Benahi Fasilitas Kesehatan

“Kita tidak boleh lengah, harus tetap sadar akan pentingnya protokol kesehatan 5M, disamping itu gencar dilakukan upaya 3T. Tetap jaga iman dan imun selama pandemi Covid-19 ini,” ungkapnya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel terus mendorong percepatan vaksinasi Covid-19. Dengan tujuan untuk membangun herd immunity (kekebalan kelompok). Sebagai salah satu langkah hulu dalam penanganan pandemi Covid-19.

Melalui program Sulsel Kebut Vaksinasi, bergaram hal dilakukan untuk mempercepat vaksinasi. Seperti gerai vaksin dan Mobile Vaccinator, serta beragam inovasi lainnya.

Baca Juga: Dewan Minta Pemkot Makassar Fokus Benahi Fasilitas Kesehatan

Berdasarkan data, capaian vaksinasi Covid-19 Provinsi Sulawesi Selatan tertanggal 12 Oktober 2021 pukul 19.15 Wita, memperlihatkan angka yang terus meningkat. 

Data yang bersumber KPCPEN, disebutkan bahwa cakupan vaksinasi dosis 1 sudah mencapai 2.526.580 orang atau 35,80 persen, sementara vaksinasi dosis 2 sudah mencapai 1.555.436 orang atau 22,04 persen dari target 7.058.141.

“Mobile Vaccinator terus bergerak ke kelompok masyarakat dan lainnya, seperti di sekolah, perguruan tinggi, pasar serta fasilitas umum lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Arman Bausat membeberkan, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 hampir mendekati 100 persen.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, angka kesembuhan Sulsel saat ini berada di kisaran 96,63 persen, lebih tinggi dibanding nasional sebesar 96 persen. 

Sementara, angka kematian Sulsel juga terus menurun, kini di angka 2,04 persen, lebih rendah dibanding nasional 3,4 persen. Positivity rate 0,65 persen. 

Bahkan, ia mengklaim bahwa saat ini sudah tidak ada lagi pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

“Masih ada kasus terkonfirmasi tapi rendah, paling di bilangan 30-50 an. Yang terkonfirmasi itu umumnya 96 persen sampai 100 persen sembuh karena rawat inap covid di rumah sakit hampir nol. Apalagi yang masuk ICU itu sudah tidak ada. Jadi makanya kita klaim angka kesembuhan tinggi,” ujar dr Arman.

dr Arman mengatakan, indikator layanan kesehatan juga menunjukkan data menggembirakan. Bed Occupancy Rate (BOR) atau angka keterisian tempat tidur isolasi kini 4,12 persen sedangkan ICU hanya terisi 10,99 persen dari penggunaan ambang batas 85 persen.

Tak hanya itu, fasilitas isolasi terintegrasi (FIT) milik Pemprov Sulsel yakni Asrama Haji dan Kampus BPSDM saat ini nol pasien. Akan tetapi, pihaknya tidak akan menutup fasilitas tersebut hingga Covid betul-betul dipastikan terkendali.

“Tenaga kesehatan yang ada di FIT sudah ditarik semua. Asrama Haji dan BPSDM tetap distandbykan tapi pasien sudah tidak ada. Isolasi tetap dibuka karena kita tidak bisa perkirakan situasi pandemi ini kapan berakhir. Jadi semua disiagakan, sehingga apabila ada lonjakan kasus kami sudah siap. Semua siaga FIT dan rumah sakit,” pungkas dr Arman.

Bagikan