Makassar Terkini
Masuk

Roy Suryo Tersangka tapi Ade Armando hingga Ruhut Aman, Eko Widodo: Hukum Tumpul ke Buzzer Peliharaan

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Eko Widodo turut berkomentar soal Roy Suryo yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus meme stupa borobudur mirip Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Eko Widodo membandingkan nasib mantan politisi Demokrat ini dengan beberapa orang lain seperti, Ade Armando, Permadi Arya, dan Ruhut Sitompul.

Seperti diketahui, ketiga orang ini juga pernah membuat heboh usai mengunggah foto atau video Gubernur DKI Jakarta, yang telah diedit.

Eko Widodo menilai hukum di negara ini tumpul kepada “buzzer perliharaan”.

“Armando edit wajah Anies, aman. Permadi edit video Anies, aman. Ruhut hina adat Papua, aman,” kata Eko Widodo melalui akun Twitter @ekowboy2, seperti dikutip pada Sabtu, 23 Juli 2022.

Roy Suryo repost editan wajah Jokowi, langsung Tersangka. Hukum tumpul ke buzzer peliharaan, DIMANA KEADILAN!!!” sambungnya.

Bersama pernyataannya, Eko Widodo mengunggah beberapa tangkapan layar. Pertama, tangkapan layar unggahan Ade Armando yang memperlihatkan wajah Anies Baswedan diedit mirip Joker.

Kedua, tangkapan layar cuitan Ruhut Sitompul yang mengunggah gambar editan Anies Baswedan menggunakan baju adat Papua.

Ketiga, tangkapan layar berita soal Permadi Arya alias Abu Janda yang mengunggah video editan Anies Baswedan soal Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Adapun Roy Suryo kemarin ditetapkan sebagai tersangka atas unggahan meme Stupa Borobudur mirip Presiden Jokowi.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar, Endra Zulpan mengatakan Roy Suryo dijerat dengan pasal 28 ayat 2 jo pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE atau pasal ujaran kebencian.

Ia juga dijerat pasal 156 a KUHP alias pasal penistaan agama dan pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. 

Endra Zulpan menyebut bahwa dalam penetapan tersangka ini pun, tim penyidik Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah memeriksa 13 saksi ahli dan 8 orang saksi terkait.

Saksi ahli terdiri dari 3 orang ahli bahasa, 3 orang ahli agama, 1 orang ahli media sosial, 2 orang ahli sosilogi hukum, 2 orang ahli pidana, dan 2 orang ahli ITE.

“Kemudian di luar saksi ahli kita periksa saksi-saksi lain ini 8 orang sehingga penyidik menaikkan status saudara Roy Suryo sebagai tersangka,” katanya pada Sabtu, 23 Juli 2022, dilansir dari Tempo.

Kendati telah ditetapkan sebagai tersangka dengan ancaman pidana di atas 5 tahun, penyidik tidak langsung menahan Roy Suryo.

“Saudara Roy Suryo tidak ditahan karena sakit,” kata Zulpan.

Roy Suryo memang nampak keluar dengan kursi roda usai diperiksa tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya sebagai tersangka.

Ia diperiksa penyidik Sub Direktorat Siber pada Jumat, 22 Juli 2022, sejak pukul 10.30 WIB dan baru keluar sekitar pukul 22.20 WIB.

Saat keluar ruang pemeriksaan, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini dipapah oleh tim kuasa hukumnya.

Seusai menuruni tangga, ia juga menggunakan kursi roda di lobby Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum dan kembali dipapah saat menaiki mobilnya.