Ekspor Nikel Rugi Menurut Faisal Basri, Deputi Investasi Kemenko Marves: Keuntungannya 12 Persen

Ekspor Nikel Rugi Menurut Faisal Basri, Deputi Investasi Kemenko Marves: Keuntungannya 12 Persen

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id – Ramai soal kritik Faisal Basri terkait kerugian Indonesia dalam industri hilirisasi tambang nikel. 

Menurut ekonom senior itu, hilirisasi nikel malah menguntungkan perusahaan asing karena mereka yang berinvestasi pabrik nikel yang hasilnya diekspor ke negaranya. Belum lagi mereka mendapat diskon pajak besar besaran dari pemerintah.

Namun, Deputi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Septian Hario Seto, menilai Indonesia mengalami keuntungan besar dari hasil multiplier effect bisnis tambang tersebut.

Septian membuat perhitungan ulang terkait nilai tambah nikel yang berasal dari hilirisasi (downstreaming). 

Seto menegaskan bahwa hilirisasi sudah diyakini di sejumlah negara sebagai strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas yang mereka miliki. 

Menurut Seto, produk smelter yang berharga kini adalah nickel thick iron, yang membutuhkan sumber daya untuk mengolah nikel mentah menjadi nickel thick iron, mulai dari listrik, sumber daya manusia (tenaga kerja), alat, dan sebagainya.

Seto mengungkapkan, dari 100 persen nilai produk smelter, kontribusi bijih nikel adalah 40 persen, 12 persen laba operasi bisa dinikmati investor, dan 48 persennya adalah sumber daya tambahan yang perlu dikeluarkan untuk mengolah bijih nikel.

Alhasil, nilai tambah yang dinikmati oleh dalam negeri adalah 32 persen atau secara proporsi mencerminkan sekitar 53 persen (32 persen dibagi 32 persen +12 persen +16) dari seluruh nilai tambah hilirisasi nikel.

“Keuntungan buat investor berapa? Jadi itu sekitar 12 persen dan sudah termasuk dengan laba operasional. Artinya adalah untuk pembayaran bunga, cicilan, dividen, itu sudah termasuk ada di situ,” ujar Seto di kanal YouTube Rhenald Kasali bertajuk ‘Serang Balik! Dibela Tangan Kanan Luhut sampe Ditahan Elon Musk | Intrigue #08’ yang dilansir pada Minggu 27 Agustus 2023.

Lanjut Seto, jika keuntungan tersebut untuk investor China, tentunya bakal dinikmati bank penyalur keuntungan dari investor negara tersebut. 

“Tapi kalau bank-nya dari Indonesia, ya tentunya nanti akan berkurang,” tambahnya.

Mengenai 53 persen keuntungan yang akan dinikmati dalam negeri, Seto mengatakan bahwa perhitungan tersebut belum menghitung perekonomian secara keseluruhan di wilayah yang menjadi lokasi smelter nikel. 

Seto kemudian mencontohkan hadirnya 97.000 pekerja di smelter Morowali, Sulawesi Tengah.

“… berarti sektor makanan dan minuman, akomodasi, laundry, segala macam, kami lakukan kajian, korelasinya terhadap sektor UMKM dengan investasi nikel ini cukup tinggi di Maluku dan Sulawesi tengah. 

Kami melihat gini koefisien dan kesenjangan juga menurun, pengangguran berkurang,” jelas Seto.

Selain itu, upaya hilirisasi yang dimulai dari investor China telah mendatangkan investor baru dari barat seperti Amerika Serikat (Ford yang bekerja sama denga Vale Indonesia), India, Taiwan, dan lain-lainnya yang membutuhkan nikel untuk pasokan produksi mobil listrik. (Sumber: CNBC.com)

Faisal Basri Mengaku Khilaf

Faisal Basri sebelumnya mengemukakan bahwa data yang disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait nilai ekspor nikel dari proses hilirisasi senilai Rp510 triliun tidak akurat dan menyesatkan.

Menurut dia, hilirisasi nikel lebih menguntungkan bagi industri China, karena smelter yang dibangun di Indonesia, sebagian besar dimiliki oleh perusahaan-perusahaan China dan hasil produksinya diekspor kembali ke China.

Faisal kemudian mengaku khilaf terkait data nikel yang dituturkan oleh Presiden Jokowi tersebut. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara bersama Prof Rhenald Kasali.

“Saya punya niat baik. Saya mengakui secara publik bahwa saya mau mengakui memang ada beberapa data yang tidak saya masukkan karena saya khilaf,” jelas Faisal, dikutip dari kanal Youtube Prof Rhenald Kasali pada Selasa 22 Agustus 2023.

Di dalam kesempatan yang sama, dia berharap Presiden Jokowi agar memberantas orang-orang yang bertindak tidak sopan kepada Presiden Jokowi.

“Sejak dulu saya berharap Pak Jokowi membersihkan orang-orang begundal sekelilingnya karena itulah sumber masalah. Saya juga sudah katakan kepada Pak Jokowi bahwa musuh berada di sekeliling Pak Jokowi. Jadi kalau Pak Jokowi tidak membersihkan itu, lama-lama tergerus kepercayaan saya pada Pak Jokowi,” tutur Faisal.(sumber: wartaekonomi.co.id)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.