Ferdinand Hutahaean: Memangnya Pak Din Paham Apa Itu Pancasila?

Terkini.id, Jakarta – Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutaheaean melontarkan sindiran kepada Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin.

Ferdinand Hutahaean mempertanyakan apakah Din Syamsuddin memahami dan menerima Pancasila.

Ia membagikan pernyataannya bersama foto Din Syamsuddin dalam Konferensi Khilafah Internasional 2007.

Baca Juga: Kuasa Hukum Bharada E Dicabut, Minta 15 Triliun, Ferdinand Hutahaean...

“Memangnya pak Din paham apa itu Pancasila? Memangnya Pak Din menerima Pancasila?” kata Ferdinand Hutahaean melalui akun Twitter pribadinya pada Selasa, 9 November 2021.

“Pancasila akan menolak khilafah, komunisme dan ajaran-ajaran sejenis, bukan malah berada di dalam konsep yang menolak Pancasila,” tambahnya.

Baca Juga: Sindir Anies Baswedan Akan Sampaikan Pidato Kebangsaan 17 Agustus, Ferdinand...

Ferdinand Hutahaean mengatakan hal itu sekaligus sebagai respons terhadap pernyataan Din Syamsuddin bahwa Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) terkesan mengabaikan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

Adapun pernyataan Din Syamsuddin itu ia sampaikan melalui YouTube Refly Harun.

Menurutnya Din Syamsuddin, sistem politik di Indonesia saat ini terkesan tak lagi menganut nilai-nilai dari sila keempat Pancasila.

Baca Juga: Sindir Anies Baswedan Akan Sampaikan Pidato Kebangsaan 17 Agustus, Ferdinand...

“Apakah pemerintah dan penyelenggara negara itu mengacu pada Pancasila dan UUD 1945 atau tidak? Dan ternyata pada penilaian kami, sistem politik kita sekarang tidak dikaitkan dengan sila keempat, jauh panggang dari api,” katanya, 8 November 2021, dilansir dari Kabar Besuki.

Selain perpolitikan,Din Syamsuddin juga menyoroti sistem perekonomian di Indonesia yang menurutnya terkesan jauh dari semangat sila kelima Pancasila.

“Sistem perekonomian kita, termasuk praktek-praktek ekonomi jika dikaitkan dengan sila kelima Pancasila jauh panggang dari api,” kata Din Syamsuddin.

“Maka masalah besar ini adalah penyimpangan dan penyelewengan kepada Pancasila. Pancasila hanya dalam retorika,” tambahnya.

Bagikan