Terkini.id, Jakarta – Melonjaknya harga minyak bumi saat ini. Pemerintah masih menetapkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan juga Pertalite yang tidak lagi disubsidi.
Diketahui bahwa saat ini harga jual bensin Premium (RON 88) di SPBU sebesar Rp 6.450 per liter dan Pertalite (RON 90) sebesar Rp 7.650 per liter.
Namun dengan harga minyak mentah dunia yang kini tengah melonjak menjadi di kisaran US$ 85 per barel dibandingkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar US$ 45 per barel, harga keekonomian BBM pun telah meningkat.
Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Soerjaningsih mengatakan, harga keekonomian Premium saat ini seharusnya sudah berada di kisaran Rp 9.000 per liter dan Pertalite di atas Rp 11.000 per liter.
“Pertalite ini bahan bakar umum, harganya secara normal sudah berada di atas Rp 11.000, harga keekonomiannya. Harga keekonomian Premium sekitar Rp 9.000 per liter,” ungkapnya. Senin, 25 Oktober 2021.
- Pertamina Patra Niaga Jamin Ketersediaan BBM dan LPG Meski Cuaca Buruk
- Kabar Gembira, Harga BBM Ini Turun Per 1 November 2023, Cek Lengkapnya!
- Gelar Legal Preventif Program, Pertamina Sulawesi Bahas Penyaluran dan Pendistribusian BBM
- Begini Penjelasan Pertamina Terkait Dugaan Penimbunan BBM Subsidi di Takalar Sulsel
- QR Code MyPertamina Khusus Solar Subsidi Resmi Diberlakukan di 11 Kota
Dikutip dari CNBC. Ia juga mengatakan bahwa seharusnya harga Pertalite sesuai harga keekonomian karena bukan barang subsidi, namun agar tidak terjadi keresahan di masyarakat bila terjadi kenaikan cukup tinggi.
“Ini kembali lagi agar supaya tidak terjadi keresahan di masyarakat karena kenaikan harga cukup tinggi, sehingga Pertamina sebagai BUMN diharapkan bisa support kelancaran pendistribusian BBM yang terjangkau,” jelasnya.
Adapun untuk bensin Premium, meski juga tidak disubsidi, namun pemerintah masih memberikan kompensasi kepada Pertamina terhadap selisih harga jual di masyarakat dan harga keekonomiannya.
“Terkait Premium ini kompensasi, pastinya selisih harga jual Premium Rp 6.450 per liter dan harga keekonomian sekitar Rp 9.000 per liter bisa dihitung berapa kompensasi yang harus dibayarkan,” tuturnya.
Dia mengatakan, penyaluran bensin Premium telah mencapai 3,3 juta kilo liter (kl) sampai September 2021.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
