Forum Makassar Kita, Kreator Dibekali Cara Lindungi Hak Cipta

Terkini.id, Makassar – Hak cipta masih menjadi hal yang paling banyak mengganggu para kreator yang aktif di industri kreatif.

Persoalan yang mendasar, di samping tingginya angka pembajakan karya-karya kreator baik itu industri musik, desain, video hingga film, banyak juga kreator yang tidak ambil pusing karyanya dibajak.

Hal itulah yang mendasari Forum Makassar Kita menghelat Focus Group Discussion (FGD) di Red Corner Cafe, Kamis 18 Juli 2019.

FGD Milenial Kreatif ini menghadirkan 20 kreator di Makassar dengan beragam keahlian, mulai musisi indie, kreator youtube, desainer, photografer, writers, hingga selebgram Makassar.

“Kita sharing pengalaman soal melindungi hak kekayaan intelektual yang marak terjadi dan meresahkan khususnya bagi para kreator muda ini,” ungkap Moch Hasymi Ibrahim, inisiator Forum Makassar Kita.

Beberapa fakta yang terungkap dalam diskusi tersebut misalnya lagu seorang musisi Indonesia yang dipakai warga Malaysia mengisi konten youtube-nya. Lalu hak cipta, hingga penghasilan royalti setiap kali lagu tersebut diputar di youtube masuk ke kantong warga Malaysia tersebut.

Penyair dan penulis buku Andhika Mappasomba mengungkapkan cukup beratnya para kreator untuk bisa mengkapitalisasi karyanya menjadi produk yang bernilai uang.

Dia menceritakan, sebagai penulis dia sudah cukup banyak membagikan bukunya secara gratis. Buku-buku tersebut dalam versi softfile. Dia membagikan buku-buku itu lantaran punya semangat idealisme untuk mendorong literasi.

Muhammad Ismak yang menjadi narasumber, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum DPP Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) pun mengungkapkan dirinya siap membantu para kreator.

“Saya sebagai profesional hukum tentu mendorong upaya yang bisa membantu dan mengedukasi khususnya para kreator muda ini bila terkendala secara hukum. Kalau perlu kita sudah berniat untuk memberikan bantuan hukum. Sayang sekali bila kita tak mendukung mereka, karena potensi mereka sangat besar dan tidak lama lagi akan sangat menentukan kota ini,” terang Ketua Umum DPP Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Muhammad Ismak.

Para kreator yang ikut di Forum Makassar Kita pun mendapat banyak pembekalan untuk melindungi hak cipta, dan menjadikan karyanya menjadi produk bernilai yang bisa membuat mereka sejahtera.

Berita Terkait
Komentar
Terkini