Terkini.id, Jakarta – Perdana Menteri (PM) Lebanon, Hassan Diab, memohon bantuan kepada semua negara di dunia untuk memberikan bantuan usai ledakan dahsyat mengguncang Ibu Kota negara tersebut.
Permohonan itu diungkapkan Hassan dalam dalam pidato singkatnya di televisi.
“Kami menyaksikan bencana yang nyata,” ujarnya seperti dilansir dari AP, Rabu 5 Agustus 2020.
Dia menegaskan kembali janjinya bahwa mereka yang bertanggung jawab atas ledakan besar di pelabuhan Beirut itu akan membayar harganya, tanpa mengomentari penyebabnya.
Pidato Diab datang pada pagi hari setelah ledakan itu menewaskan sedikitnya 100 orang dan melukai ribuan lainnya.
- Chery Resmikan Training Center di Makassar, Perkuat SDM Vokasi Otomotif
- Pegadaian Sukses Gelar Tring! Golden Run 2026, Dorong Literasi Investasi Emas
- Titik Terang Harapan Warga Desa Arpal, Sumur Bor TNI Manunggal Air Bersih Jawab Kerinduan Rakyat
- Chery Resmikan Training Center di Makassar, Perkuat SDM Otomotif Indonesia Timur
- Donor Darah dan Seminar Kesehatan Warnai Kegiatan HUT Serikat Karyawan Semen Tonasa
Asap masih terlihat dari pelabuhan Beirut pada Rabu pagi. Jalan-jalan utama di pusat kota dipenuhi puing-puing dan kendaraan yang rusak, dan fasad bangunan meledak.
Pejabat Palang Merah Lebanon George Kettaneh mengatakan sedikitnya 100 orang terbunuh dan lebih dari 4.000 orang terluka, dan mengatakan jumlah korban bisa bertambah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
