Terkini.id, Jakarta – Din Syamsuddin baru-baru ini dilaporkan oleh GAR Alumni ITB atau yang memiliki kepanjangan Gerakan Anti Radikalisme Alumni ITB ke KASN dengan tundingan radikalisme.
Din Syamsuddin merupakan Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia. Selain itu, ia juga merupakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Melihat dari latar belakang perjalanannya, banyak pihak yang membantah tuduhan ini. Bahkan mengucapkan bahwa tuduhan ini tak berdasar.
Isu pelaporan ini menjadi banyak diperbincangkan oleh masyarakat. Bahkan, seorang kader muda Muhammadiyah sempat membuat petisi yang telah ditandatangani oleh belasan ribu orang menolak laporan ini.
Akhirnya, Din pun angkat bicara mengenai laporan ini. Dalam Apel Kokam Muhammadiyah yang disiarkan di kanal Youtube Tablighmu TV yang disiarkan Senin, 15 Februari 2021 ini Din menyinggung hal ini.
- DPRD Makassar Soroti Pentingnya Akta Kematian dalam Validitas Data Pemilih
- Pendaftaran Pangkalan LPG 3 Kg Gratis, Pertamina Sulawesi Tegaskan Isu Berbayar Hoaks
- Ketua DPRD Sulsel Ikuti Retret Nasional, Asah Visi Kepemimpinan
- Hadiri Sosialisasi Jamsostek, Wakil Bupati Sidrap Dorong Perlindungan Pekerja Penggilingan Padi
- BTIIG Raih Penghargaan Gubernur Sulteng Atas Kontribusi Pendapatan Daerah
“Kasus pelaporan, pengaduan atas diri saya sebagai ASN yang dituduh terpapar radikalisme oleh segelintir kelompok, GAR-ITB,” ujarnya.
Selain itu pula, dia berpendapat bahwa kasus ini merupakan kasus yang tidak perlu dibesar-besarkan.
“Sebenarnya kasus ini, tanpa mengecilkan bagi saya, adalah kecil. Namun di belakangnya besar. Karena kelompok yang menama dirikan GAR ini tidak mewakili seluruh alumni ITB,” ucap Din.
“Dan tidak mengundang reaksi dari internal kampus, baik mahasiswa, dosen, guru besar, dan lainnya,” ujarnya melalui acara virtual tersebut.
Dari pihak GAR Alumni ITB pun turut konfirmasi perihal ini. Nelson Napitupulu membenarkan adanya pelaporan Din Syamsuddin ke KASN.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
